Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Seskab Teddy Tepis Isu Indonesia Chaos: Keliru, Semua Terkendali
Advertisement . Scroll to see content

Seskab Teddy Bicara Fenomena Inflasi Pengamat: Datanya Tak Sesuai Fakta dan Keliru

Jumat, 10 April 2026 - 20:41:00 WIB
Seskab Teddy Bicara Fenomena Inflasi Pengamat: Datanya Tak Sesuai Fakta dan Keliru
Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: Riyan Rizki Roshali)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena inflasi pengamat. Dia mengatakan pengamat di berbagai bidang tidak selalu memiliki latar belakang atau data yang relevan.

Menurut dia, saat ini banyak pihak yang tampil sebagai pengamat, mulai dari bidang pangan hingga militer dan hubungan internasional. Namun, dia menilai sebagian dari mereka menyampaikan data yang tidak sesuai dengan fakta.

“Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Teddy menilai, sebagian pengamat tersebut bahkan telah lama berupaya memengaruhi opini publik, termasuk sejak sebelum Presiden Prabowo Subianto menjabat.

“Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga,” tutur dia.

Meski demikian, Teddy mengklaim tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo tetap tinggi. 

“Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” katanya.

Teddy menegaskan perbedaan pendapat tetap diperbolehkan dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jadi, saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silahkan beri kritik. Tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan. Membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali. Mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,” tandasnya. 

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut