Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Perempuan Jatuh ke Rel dari Peron Stasiun Manggarai, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

Serbu! Rusun Subsidi Rp500 Juta Dekat Stasiun Manggarai, Cicilan Cuma Rp2,9 Juta

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54:00 WIB
Serbu! Rusun Subsidi Rp500 Juta Dekat Stasiun Manggarai, Cicilan Cuma Rp2,9 Juta
Ilustrasi rusun subsidi dekat Stasiun Manggarai (foto: Kementerian PKP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT KAI dan BTN membangun rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan seharga Rp500 juta. Dengan kebijakan memperpanjang tenor kredit rumah susun subsidi, cicilan yang dikeluarkan hanya Rp2,9 juta per bulan.

Menurut Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati, tenor kredit maksimal 30 tahun dengan bunga tetap sebesar 6 persen. Dengan perhitungan itu, pembeli cukup mencicil Rp2,9 juta per bulan.

"Untuk yang Rp500 juta, yang one bedroom dengan tipe luasnya maksimal di 45, uang muka 1 persen tadi Rp5 juta, sehingga plafon kredit teman-teman di Rp495 juta," ungkapnya, Jumat (22/5/2026).

"Tadi saya bilang suku bunga 6 persen fix selama 30 tahun. Jadi kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6 persen itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya 2.900.000, fix selama 30 tahun," sambung dia.

Ia mengatakan, pemerintah juga memperluas ketentuan luas bangunan rumah susun subsidi dari sebelumnya 21-36 meter persegi menjadi 21-45 meter persegi.

Adapun syarat pengajuan fasilitas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), calon pembeli diwajibkan belum pernah memiliki rumah atas nama pribadi serta belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah.

Selain itu, peserta juga harus memiliki masa kerja minimal dua tahun dan berusia sekurang-kurangnya 21 tahun.

"Nah syaratnya apa? Mudah, cukup KTP, KK, NPWP, akte, kalau teman-teman sudah menikah itu juga harus dilampirkan ya," lanjut Umi.

Menurut dia, pemerintah juga telah memperluas batas maksimal penghasilan penerima FLPP untuk wilayah Jabodetabek. Jika sebelumnya maksimal penghasilan hanya Rp8 juta, kini dinaikkan menjadi Rp12 juta untuk lajang dan Rp14 juta bagi pasangan menikah.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah memberikan subsidi bantuan uang muka sebesar Rp4 juta dan menetapkan uang muka pembelian rumah hanya sebesar satu persen dari harga jual unit. 

"Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi biaya awal pembelian rumah," tutup Umi.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut