Sempat Diretas dan Unggah Ancaman, Akun Instagram Ridwan Kamil Kembali Pulih
JAKARTA, iNews.id - Akun Instagram pribadi mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, @ridwankamil kembali pulih setelah sempat diretas pada, Jumat (11/4/2025) malam. Akun tersebut sempat mengunggah dua postingan berisi ancaman.
Kabar tersebut disampaikan Ridwan Kamil melalui postingan terbaru di Instagramnya. Dia menyebut, akunnya sudah bisa dipulihkan per, Sabtu (12/4/2025) pukul 13.30 WIB.
"Akun IG ini sdh bisa direcover dan kembali normal, setelah beberapa kali percobaan in and out dari pihak yang tidak bertanggung jawab, sejak diretas jam 19-an kemarin malam," tulis keterangan postingan Instagram @ridwankamil, Sabtu (12/4/2025).
Ridwan Kamil turut menyampaikan terima kasih kepada Tim Meta Indonesia yang telah berhasil mengembalikan akun Instagram pribadinya.
Punya 21,5 Juta Followers, Bagaimana Nasib Akun IG Ridwan Kamil usai Diretas?
Terima Kasih untuk Tim Meta Indonesia yang berhasil mengembalikan akun IG ini. Timnya sabar, profesional dan atentif. Sekali lagi terima kasih," katanya.
KPK Sita Motor dan Barang Elektronik saat Geledah Rumah Ridwan Kamil
Sebelumnya, Ridwan Kamil membenarkan akun Instagram @ridwankamil diretas. Dia mengaku tidak bisa mengakses akun itu sejak Jumat pukul 19.20 WIB.
"Per jam 19.20 WIB akun IG saya @ridwankamil tidak bisa saya akses. Saya tidak memposting apapun hari ini. Sehingga saya simpulkan bahwa benar akun saya sedang diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Kang Emil dalam keterangan tertulis, Jumat (11/4/2025).
Instagram Ridwan Kamil Di-Hack, Kuasa Hukum: Mohon Doanya
Dia pun langsung melaporkan aksi peretasan itu ke pihak Meta selaku induk perusahaan Instagram. Dia juga menyatakan tidak bertanggung jawab atas aktivitas akun tersebut selama dalam penguasaan peretas.
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyampaikan, peretasan itu menjadi pengingat akan keamanan digital dan perlindungan terhadap data di dunia maya.
"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat, serta titip pesan soal kewaspadaan terhadap informasi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya," tutur dia.
Editor: Aditya Pratama