Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Dukung Kegiatan Lintas Agama di Jakarta: Kita Kirim Pesan Damai untuk Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Seminar Nasional di Unpam, Para Pemuka Agama Gaungkan Toleransi hingga Cinta Kemanusiaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:29:00 WIB
Seminar Nasional di Unpam, Para Pemuka Agama Gaungkan Toleransi hingga Cinta Kemanusiaan
Seminar nasional keagamaan bertajuk “Harmonisasi Lintas Iman: Reorientasi Nilai-Nilai Religiusitas untuk Menjawab Tantangan Peradaban Modern” di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan (dok. LKK Unpam)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah pemuka agama menggaungkan pentingnya toleransi hingga cinta kemanusiaan. Hal tersebut ditekankan dalam seminar nasional keagamaan bertajuk “Harmonisasi Lintas Iman: Reorientasi Nilai-Nilai Religiusitas untuk Menjawab Tantangan Peradaban Modern” di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (21/5/2026)

Seminar yang digelar Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang (LKK-Unpam) ini menghadirkan dai nasional sekaligus pengisi acara Islam di iNews Habib Isa Al-Kaff, tokoh agama Kristen Pdt. Marcel Saerang, tokoh agama Buddha Bhante Dhirapunno, serta tokoh agama Hindu dan akademisi Universitas Pamulang Prof. Dr. Yan Mitha Dhaksana, S.Kom., M.Kom.

Dalam kesempatan itu, Pdt. Marcel Saerang menekankan pentingnya toleransi dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Dia menilai seminar lintas iman menjadi langkah strategis untuk mengurangi sikap intoleransi di lingkungan kampus.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar menjaga nilai religius sekaligus memperkuat sikap humanis di lingkungan kampus,” ujarnya.

Pdt. Marcel juga menilai dialog antaragama perlu terus dilakukan agar tercipta rasa saling memahami di tengah keberagaman Indonesia.

Sementara itu, Habib Isa Al-Kaff menjelaskan bahwa ajaran Islam mengedepankan kasih sayang dan cinta kepada seluruh makhluk.

“Di dalam surat Al-Anbiya ayat 107 menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam. Islam membawa pesan cinta, kasih sayang, dan kedamaian untuk seluruh manusia tanpa memandang latar belakang,” katanya.

Habib Isa menambahkan, Alquran diturunkan sebagai Asy-Syifa atau penawar sekaligus rahmat bagi umat manusia. Dia menegaskan nilai kebaikan dalam Islam tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan sikap saling membantu antarsesama.

“Kebaikan akan sempurna ketika manusia mampu memberikan sesuatu yang dicintainya untuk orang lain. Hal ini ada di dalam surat Al-Isra ayat 82,” tambahnya.

Pandangan mengenai pentingnya cinta sebagai dasar toleransi juga disampaikan Bhante Dhirapunno. Dalam perspektif agama Buddha, kata dia, cinta kasih menjadi landasan utama dalam menyikapi perbedaan.

“Toleransi tidak cukup hanya menjadi slogan. Toleransi harus lahir dari rasa cinta sehingga tidak ada kebencian terhadap perbedaan. Jika toleransi dasarnya cinta maka itu bukan saja sekedar narasi atau kisah cinta yang penuh suka-duka bahkan berakhir bahagia. Cinta akan kebahagiaan di atas perbedaan keyakinan untuk bergandengan tangan,” ujarnya.

Bhante menilai suasana seminar yang menghadirkan tokoh lintas agama di satu panggung menjadi simbol nyata bahwa perbedaan bukan penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.

“Kita bisa bersama tanpa saling iri dan saling menjatuhkan karena kita dipersatukan oleh cinta,” ujarnya.

Pada sesi berikutnya, Assoc. Prof. Dr. Yan Mitha Dhaksana menyampaikan agama Hindu mengajarkan manusia untuk hidup bermanfaat bagi sesama. Dia mengibaratkan manusia seperti sungai yang mengalir dan pohon yang tumbuh untuk memberi kehidupan kepada makhluk lain.

“Perbedaan harus diterima sebagai bagian dari kehidupan. Esensi manusia adalah memberikan manfaat bagi yang lain,” katanya.

Yan juga menyoroti keberagaman di lingkungan Universitas Pamulang yang dinilai sangat inklusif, tidak hanya dalam keberagaman agama tetapi juga keterbukaan terhadap mahasiswa dan dosen penyandang disabilitas.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut