Sambut Hari Guru, Puluhan Siswa Nobar Film Dua Mawar Merah
JAKARTA, iNews.id – Puluhan siswa TK hingga SMA, mahasiswa dari berbagai kampus serta sejumlah guru menonton bareng (nobar) film dokumenter Dua Mawar Merah, Sabtu (24/11/2018). Pemutaran film yang digagas Akademi Indonesia Sekolah Darurat Kartini ini berlangsung di Kineforum Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Film Dua Mawar Merah mengisahkan perjuangan Ibu Guru Kembar, sosok guru inspiratif yang mendirikan sekolah gratis bagi warga tidak mampu sejak 1990. Pemilihan pemutaran film dinilai relevan bertepatan dengan peringatan hari guru yang diperingati setiap 25 November. Diharapkan film ini bisa menjadi media yang menginspirasi generasi muda.
“Sosok guru dalam film ini masih menjalankan perannya, tidak hanya mendidik dan mengajar bagi anak-anak kurang mampu, namun Ibu Guru Kembar juga menjadi ibu bagi murid-muridnya” ujar Direktur Akademi Indonesia Sekolah Darurat Kartini Adjat Wiratma, Sabtu (24/11/2018).

Adjat menjelaskan terkait peringatan hari guru, momen ini tidak saja saat yang tepat untuk mengungkapkan rasa terima kasih murid pada guru, tapi juga refleksi para pendidik tentang perannya dalam mencerdaskan anak bangsa.
Film dokumenter Dua Mawar Merah pernah ditayangkan awal tahun lalu di Cinema XXI Grand Metropolitan dan Gedung Perpustakaan Nasional pada puncak peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018. Acara nobar film ini juga pernah digelar di pengungsian korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
Dalam acara nobar yang juga dihadiri pada alumni Sekolah Darurat Kartini, ditampilkan pula pentas gerak dan lagu yang para siswa Taman Kanak-Kanak, serta pembacaan puisi dari Siswa SDK untuk guru yang mereka cintai.

Para lulusan sekolah kolong tol, yang kini sudah bekerja dan mandiri pun menjadikan kesempatan ini untuk menyampaikan terimakasih mereka kepada gurunya.
Sekolah Darurat Kartini merupakan sekolah gratis bagi warga tidak mampu yang kini berdiri di Kawasan Ancol Jakarta Utara. Saat ini masih ada 300 siswa yang belajar di sekolah ini.
Dua Guru Kembar, Rossy dan Rian mengelola langsung sekolah yang mereka dirikan. Meskipun sering mendapat kendala, termasuk saat ingin mengikutkan siswanya ujian, sekolah ini pernah menjadi percontohan Ordo Fransiskan dari 13 negara.
Editor: Zen Teguh