Saksi Pemerasan K3 Ngaku Kerap Setor Uang ke Eks Pejabat Kemnaker, Besaran Bervariasi
JAKARTA, iNews.id - Eks Kasubdit Akreditasi Direktorat Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Agustin Wahyu Ernawati mengaku kerap menyetor sejumlah uang 'non-teknis' kepada eks Direktur Bina Kelembagaan Kemnaker, Hery Sutanto. Hal ini digunakan untuk menambah biaya perjalanan dinas luar negeri.
Agustin menyampaikan hal tersebut saat menjadi saksi di sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3 Kemnaker di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Awalnya, JPU mengonfirmasi pernyataan Agustin dalam BAP.
"Ada juga di BAP 17 ini, sering untuk kebutuhan pimpinan ke luar negeri. Seperti untuk menambah biaya perjalanan dinas luar negeri yang biasanya saya berikan dengan nominal Rp10 juta sampai Rp15 juta," tanya JPU ke Agustin.
Merespons itu, Agustin mengamini pernyataan tersebut.
Noel soal Pembagian Uang Hasil Pemerasan: Boro-Boro Nerima, Singkatan K3 Gak Ngerti
"Sering sih, eh tapi saya tidak ini ya, mungkin saya lupa," ucapnya.
Lantas, JPU janggal dengan permintaan uang tersebut. Apalagi, biaya perjalanan dinas luar negeri telah dibiayai oleh negara.
Jaksa Ungkap Uang Pemerasan K3 Dibagi-bagi ke Sejumlah Pegawai Kemnaker, Disetor Bulanan
"Harusnya begitu ya. Ini untuk tambahan begitu?" tanya JPU.
"Ya," timpal Agustina.
Noel Ungkap Bocoran Parpol Terima Aliran Dana Kasus Pemerasan K3: Ada Huruf K-nya
"Untuk oleh-oleh begitu?" tanya JPU lagi.
"Sepertinya seperti itu," jawab Agustin.
Lantas, JPU bertanya pada Agustin terkait Hery Sutanto yang kerap memberi buah tangan usai perjalanan dinas luar negeri.
"Pernah pak (dikasih oleh-oleh). Cokelat Pak," ucap Agustin.
"Cokelat? Dari mana dia? Dia perjalanan ke mana gitu?" tanya JPU.
"Pas kebetulan eh tugas… saya lupa Pak," katanya.
Editor: Aditya Pratama