Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tugas Paskibraka Pusat 2025 Berakhir, Diangkat Jadi Duta Pancasila
Advertisement . Scroll to see content

Ryamizard Ryacudu: Sama Rusia dan China Kita Teman, Ideologinya Tak Boleh Masuk

Sabtu, 23 November 2019 - 16:33:00 WIB
Ryamizard Ryacudu: Sama Rusia dan China Kita Teman, Ideologinya Tak Boleh Masuk
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu. (Foto: iNews.id/ Irfan Maruf).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia bebas menjalin hubungan dengan negara manapun, termasuk yang menganut paham komunis. Hubungan negara itu bukan berarti ikut mengadopsi ideologi negara lain.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mencontohkan, organisasi berideologi komunis, yaitu PKI. Organisasi tersebut dinilai ekstrem karena melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah.

Menurutnya, PKI memaksakan ideologi komunis tumbuh di Indonesia dan merusak Pancasila. PKI sudah dilarang di Indonesia sejak masa Orde Baru berkuasa sampai sekarang.

"Kalau sama negaranya ya kita teman, sama Rusia teman, China, tapi masuknya ideologi tidak boleh," ujar Ryamizard saat menghadiri acara bedah buku bertajuk, PKI Dalang dan Pelaku Kudeta, di Gedung Lemhanas, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengingatkan, ideologi komunis tidak boleh berkembang. Indonesia, kata dia sudah final paham ideologinya Pancasila.

"Begitu juga dengan ideologi liberal dan lain-lain, kita tetap Pancasila dan NKRI itu sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi, harga mati," katanya.

Dia mengimbau masyarakat jangan latah dengan ideologi dan cara hidup negara lain yang bisa membahayakan ideologi Pancasila. Sejarah pemberontakan PKI harus dijadikan pengingat berbahayanya ideologi selain Pancasila tumbuh di Indonesia.

"Sebagai generasi penerus dengan bedah buku ini diharapkan kita dapat lebih memahami tentang sejarah bangsa dan tidak mudah termakan oleh berita hoaks yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut