Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Tembus Rp17.400, Bos BI Pilih Bungkam usai Rapat di Kemenko

Selasa, 05 Mei 2026 - 14:16:00 WIB
Rupiah Tembus Rp17.400, Bos BI Pilih Bungkam usai Rapat di Kemenko
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo usai rapat di Kemenko Perekonomian memilih diam terkait nilai tukar rupiah tembus Rp17.400 per dolar AS. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memilih untuk diam usai menghadiri pertemuan bersama sejumlah pejabat di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut terjadi usai nilai tukar rupiah tembus Rp17.400 per dolar AS.

Dalam pantauan iNews.id, pertemuan itu dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, hingga Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026). Rapat ini disinyalir membahas pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen. 

Perry yang keluar dari kantor Menko Airlangga sekitar pukul 12.07 WIB hanya melambaikan tangan kepada awak media sambil berlalu. 

“Makasih,” jawab Perry singkat, Selasa (5/5/2026).

Pertemuan tertutup tersebut berlangsung saat nilai tukar rupiah terpantau kian tertekan hingga menembus level psikologis baru. Hingga pukul 13.25 WIB, rupiah tercatat melemah 0,26 persen ke posisi Rp17.438 per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa depresiasi rupiah saat ini dipicu oleh faktor eksternal, terutama akibat meningkatnya ketidakpastian global yang menguntungkan dolar AS.

Meski melemah, BI menilai pergerakan rupiah masih relatif sejalan dengan tren mata uang negara berkembang lainnya (emerging markets) sejak meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah.

“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya,” ujar Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (5/5).

Bank Indonesia menegaskan akan tetap aktif berada di pasar untuk menjamin stabilitas nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya. Otoritas moneter akan mengoptimalkan beragam instrumen intervensi valuta asing guna meredam tekanan global yang berlanjut.

Instrumen yang akan digunakan meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut