Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tukang Ojek di Puncak Jaya Dibacok OTK, Motor Turut Dirampas
Advertisement . Scroll to see content

Rp10 Miliar Digelontorkan! 2 Kubu Calon Bupati Puncak Jaya Damai Lewat Ritual Adat Patah Panah

Sabtu, 07 Juni 2025 - 15:54:00 WIB
Rp10 Miliar Digelontorkan! 2 Kubu Calon Bupati Puncak Jaya Damai Lewat Ritual Adat Patah Panah
Pj Bupati Puncak Jaya Yopi Murib didampingi Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan saat menyerahkan bantuan dana perdamaian Rp10 miliar kepada dua kubu paslon dalam prosesi adat patah panah. (Foto: Polda Papua)
Advertisement . Scroll to see content

PUNCAK JAYA, iNews.id – Ketegangan politik yang membara selama Pilkada Puncak Jaya, Papua Tengah akhirnya mereda. Dua kubu pasangan calon bupati yang sempat bertikai kini sepakat berdamai dalam ritual adat patah panah dan lepas tali busur.

Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menggelontorkan dana fantastis mencapai Rp10 miliar demi merajut perdamaian.

Prosesi damai itu dilakukan secara terpisah, kubu paslon nomor urut 1 Yuni Wonda-Mus Kogoya menerima bantuan di Lapangan Amanah. Sementara kubu paslon nomor urut 2 Miren Kogoya-Mendi Wonorengga di Lapangan Pagaleme.

Penjabat (Pj) Bupati Puncak Jaya Yopi Murib yang memimpin langsung penyerahan dana menyebut masing-masing kubu mendapat Rp5 miliar. Dana ini bersumber dari APBD Puncak Jaya Tahun Anggaran 2025.

“Dana ini untuk menyelenggarakan ritual adat patah panah dan lepas tali busur sebagai simbol akhir dari permusuhan,” kata Yopi Murib didampingi Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan, Dandim 1714 Letkol Inf Irawan Setya Kusuma serta jajaran Satgas dan Pemkab dikutip dari laman Polda Papua, Jumat (6/6/2025).

Yopi memastikan bantuan ini yang terakhir dari pemerintah dan tidak akan ada lagi anggaran sejenis dikucurkan ke depan.

Pj Bupati menegaskan ritual adat bukan sekadar seremoni, tapi langkah strategis untuk menyudahi konflik pilkada yang meletup sejak November 2024. Harapannya, proses pemerintahan dapat kembali normal dan tidak lagi terganggu aksi balas dendam antarkeluarga.

“Bantuan ini tidak hanya untuk ritual awal, tapi juga tahap lanjutan agar visi-misi bupati dan wakil bupati terpilih bisa berjalan tanpa gangguan,” katanya.

Yopi Murib menolak keras anggapan bantuan dana ini bermuatan politis. Dia menekankan pemerintah hanya ingin memastikan keamanan daerah, anak-anak bisa sekolah kembali dan aktivitas masyarakat berjalan normal.

“Tidak ada kepentingan politik. Kami hanya ingin Puncak Jaya damai. Bantuan ini juga sudah kami laporkan ke pusat, Gubernur Papua Tengah dan Forkompinda,” ucapnya.

Upaya damai ini mendapat dukungan penuh dari Forkopimda Papua Tengah. Sebelumnya, ritual belah kayu doli sebagai bentuk perdamaian sudah digelar pada 12 Mei 2025 yang disaksikan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wakil Gubernur Denias Geley, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits WR Pelamonia dan Pj Bupati Yopi Murib.

Dengan pelaksanaan ritual adat dan dukungan dana pemerintah, masyarakat kini menatap harapan baru. Tidak ada lagi panah dendam atau tali busur pertikaian. Yang ada hanyalah komitmen bersama untuk membangun tanah Puncak Jaya ke arah yang lebih baik.

“Kami atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih. Kiranya Tuhan menjaga Puncak Jaya agar tetap aman dan kondusif,” ujar Yopi Murib. 

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut