Respons Purbaya usai Prabowo Minta Ganti Pimpinan Bea Cukai Tak Mampu Kerja
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan siap menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika dinilai tidak mampu bekerja.
Meski begitu, dia mengatakan akan terlebih dahulu mengecek kinerja pimpinan Bea dan Cukai sebelum mengambil keputusan.
"Nanti kita lihat ya. Kalau itu perintah, saya akan kerjakan, saya nggak bisa kalau ga ada perintah. Tapi saya akan cek dulu ya," kata Purbaya saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras dan terbuka kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam pidato penyampaian KEM-PPKF 2027 di Sidang Paripurna DPR RI hari ini.
Di hadapan pimpinan parlemen dan para menteri kabinet, Kepala Negara menginstruksikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak segan-segan mencopot pimpinan otoritas kepabeanan tersebut jika dinilai lambat dalam melakukan pembenahan internal.
"Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," kata Prabowo dalam pidato penyampaian KEM-PPKF 2027 di Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Prabowo menekankan, seluruh jajaran birokrasi, terutama lembaga krusial seperti Bea Cukai yang mengawal arus logistik dan devisa negara, harus mengadopsi etos kerja yang responsif dan akseleratif. Pemerintah menolak keras sikap abai atau lambat dalam merespons tuntutan publik serta pelaku usaha di lapangan.
Kepala Negara menggunakan analogi pepatah dalam bahasa Sunda untuk menyindir mentalitas birokrat yang malas dan kerap menunda-nunda penyelesaian masalah dengan prinsip "bagaimana nanti saja" (kumaha engkeh).
"Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engkeh wae," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama