Respons Perintah Prabowo, Bahlil Siap Eksekusi Tambang Nakal di Kawasan Hutan
JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan siap menindak izin usaha pertambangan (IUP) bermasalah, khususnya yang berada di kawasan hutan. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Arahan tersebut diterima Bahlil usai menyerahkan hasil evaluasi IUP bermasalah kepada Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
"Saya sudah melaporkan dan Insya Allah hasilnya juga baik dan sudah saya mendapatkan arahan teknis untuk segera melakukan eksekusi lebih lanjut," ujar Bahlil.
Dia menjelaskan, laporan evaluasi tersebut disampaikan sesuai tenggat waktu satu pekan, sebagaimana instruksi Presiden dalam Rapat Kerja Pemerintah pada 8 April lalu.
Prabowo Perintahkan Bahlil Berantas Tambang Ilegal: Nggak Ada Kasihan!
Menurut Bahlil, penindakan terhadap IUP bermasalah menjadi perhatian serius pemerintah karena banyak yang beroperasi di kawasan yang seharusnya dilindungi, seperti hutan lindung, hutan konservasi, hingga cagar alam.
"Dan ada juga beberapa IUP lain dalam kawasan hutan," imbuh dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan telah menerima laporan mengenai ratusan IUP bermasalah di kawasan hutan lindung yang harus segera ditertibkan.
Dia menegaskan pemerintah tidak akan bersikap lunak terhadap izin tambang bermasalah, termasuk yang melibatkan pihak tertentu. Menurutnya, langkah tegas diperlukan demi memastikan pengelolaan sumber daya alam berpihak kepada negara dan rakyat.
"Segera evaluasi. Kalau nggak jelas, cabut semua itu. Kita sudah nggak ada waktu untuk terlalu kasihan. Nggak ada kasihan sekarang. Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," kata Prabowo.
Editor: Reza Fajri