Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Prabowo Telepon Pemimpin Negara-Negara Teluk usai Perang AS-Israel Vs Iran Pecah
Advertisement . Scroll to see content

Respons Perang AS-Israel vs Iran, Prabowo Dengar Masukan Mantan Presiden hingga Eks Menlu

Rabu, 04 Maret 2026 - 08:58:00 WIB
Respons Perang AS-Israel vs Iran, Prabowo Dengar Masukan Mantan Presiden hingga Eks Menlu
Presiden Prabowo Subianto mendengar masukan dari sejumlah tokoh senior terkait sikap Indonesia dalam merespons kondisi geopolitik di Timur Tengah (foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mendengar masukan dari sejumlah tokoh senior terkait sikap Indonesia dalam merespons meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda usai mengikuti dialog bersama Presiden di Kompleks Istana Negara, Selasa (3/3/2026).

Hassan mengungkapkan, dalam pertemuan itu Presiden memaparkan perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi berkembang menjadi konflik jangka panjang. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menjadi dilema bagi Indonesia, tetapi juga bagi banyak negara lainnya.

Karena itu, Presiden Prabowo membuka ruang dialog dengan para mantan presiden, wakil presiden, serta menteri luar negeri untuk memperkaya perspektif sekaligus menegaskan posisi Indonesia di tengah dinamika global.

"Masing-masing kita mencoba memberikan kontribusi pemikiran. Dan Presiden sangat terbuka untuk menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta," kata Hassan.

Hassan menambahkan, Prabowo memandang penting untuk mengomunikasikan tantangan eksternal tersebut karena dampaknya tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga perekonomian global.

Dampak paling nyata dari eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi pasokan energi, khususnya minyak dan gas bumi. Risiko itu dinilai akan semakin besar apabila konflik berlangsung dalam jangka panjang.

"Bapak Presiden menggambarkan bagaimana kita harus menavigasi biduk kita, bukan di antara dua karang, namun beberapa karang, dan itu tidak mudah," imbuh dia.

Sebagai informasi, situasi di Timur Tengah memanas setelah Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pekan lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Menanggapi perkembangan tersebut, Indonesia menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada eskalasi militer. Indonesia juga menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi.

Selain itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna mendorong terciptanya kembali situasi keamanan yang kondusif.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut