Respons KSP Qodari soal Isu Direshuffle Jadi Kepala Bakom: Hak Prerogatif Presiden
JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menjadi salah satu nama yang masuk dalam bursa perombakan atau reshuffle kabinet. Dia digadang-gadang bakal digeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menggantikan Angga Raka Prabowo.
Qodari dikabarkan bakal dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026) pukul 15.00 WIB.
“Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden,” kata Qodari saat dihubungi awak media.
Sementara itu, kursi KSP yang ditinggalkan Qodari dikabarkan akan diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Saat ini, Dudung masih menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Selain itu, Jumhur Hidayat dikabarkan akan dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol.
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, Ini Kata Sekjen Demokrat
Kemudian, nama lain yang dikabarkan juga masuk bursa reshuffle kabinet adalah mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi. Dia digadang-gadang akan mengemban jabatan Utusan Khusus Presiden bidang Komunikasi.
Sebelumnya, Hasan beberapa kali dipanggil Prabowo yakni pada 9 dan 12 Maret 2026. Namun, kala itu Hasan enggan membeberkan kapasitasnya dipanggil Prabowo.
Ada Reshuffle Kabinet di Bulan April? Ini Kata Seskab Teddy
Hasan saat itu pun enggan membeberkan spekulasi kembali ke jajaran kursi Kabinet Merah Putih.
“Belum ada pembicaraan soal itu. Belum ada bicara soal itu. Nanti kita lihatlah ya," tutur dia.
Editor: Rizky Agustian