Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ditegur Bising Main Drum, Bapak dan Anak Malah Aniaya Tetangga di Cengkareng
Advertisement . Scroll to see content

Respons Istana soal Pimpinan KPK Ngeluh Sulit Bertemu Presiden Jokowi

Senin, 16 September 2024 - 11:24:00 WIB
Respons Istana soal Pimpinan KPK Ngeluh Sulit Bertemu Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo (foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Istana Kepresidenan merespons pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango yang menyebut pimpinan KPK sulit bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nawawi sebelumnya mengatakan, Presiden lebih mudah bertemu ormas ketimbang pimpinan KPK.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan, koordinasi pemerintah dengan KPK terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi masih berjalan baik.

"Pemerintah melalui Menko Polhukam telah melakukan koordinasi yang intens dengan KPK," kata Ari, Senin (16/9/2024).

Ari menekankan, Presiden Jokowi terbuka bertemu dengan siapa pun termasuk pimpinan KPK. Namun, Presiden Jokowi juga menjaga marwah KPK sebagai lembaga independen.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan KPK bisa dipersepsikan negatif oleh berbagai pihak.

"Jangan sampai pertemuan-pertemuan antara Presiden dan KPK kemudian disalahpersepsikan sebagai intervensi," ujar Ari.

Sebelumnya, Nawawi mengaku, pimpinan KPK sulit bertemu Presiden Jokowi. Kondisi itu berlangsung setidaknya dalam lima tahun terakhir ini. 

"Saya pernah bercanda dengan Pak Alex (Alexander Marwata), saya kirimi satu link pemberitaan. 'Pak Alex, lebih mudah ormas ya ketemu Pak Presiden daripada pimpinan KPK'. Lima tahun kami di sana, tidak pernah sekali pun kami diundang untuk membicarakan KPK," kata Nawawi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).

Nawawi menyebut, pimpinan pernah beberapa kali meminta untuk bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia itu. Namun, permintaannya hanya sekali direalisasikan. 

"Kami itu ada beberapa kali mengajukan permohonan untuk menghadap. Satu kali aja itu dipenuhi kaitannya dengan rencana penyelenggaraan Hakordia, pada waktu itu, satu kali," ujarnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut