Remaja Tewas Tertembak di Makassar, Polri Pastikan Terus Evaluasi Senpi Anggota
JAKARTA, iNews.id - Polri menyatakan penggunaan senjata api (senpi) oleh anggota saat bertugas terus dievaluasi. Hal ini usai remaja tewas tertembak polisi di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Setiap langkah-langkah dalam kegiatan operasional maupun pembinaan kepolisian, itu ada yang namanya analisis dan evaluasi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Trunoyudo menyebut evaluasi dilakukan di setiap tahapan mulai dari proses kegiatan sebelum, perencanaan, pelaksanaan hingga pascakegiatan.
Dia menambahkan seluruh satuan kerja Polri juga dilengkapi fungsi pengawasan secara manajemen maupun teknis hingga administratif.
Tragis! Remaja di Makassar Tewas Tertembak Polisi saat Bubarkan Aksi Perang Senjata Mainan
"Tentunya langkah-langkah kepolisian terus melakukan evaluasi setiap semua kegiatan," ujarnya.
Di sisi lain, Trunoyudo memastikan proses pidana dan etik terhadap pelaku juga telah berjalan oleh Polresta Makassar. Dia mengatakan pelaku juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.
Bentrokan di Medan Belawan, Pemuda 20 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin
"Selaras dengan itu tentunya juga kode etik akan dijalani pada yang bersangkutan dan ini menjadi perhatian kita bersama. Sehingga langkah-langkah secara cepat, segera, untuk ditindaklanjuti terhadap pelaku," kata dia.
Diketahui, remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18) setelah terkena tembakan polisi saat insiden pembubaran perang-perangan menggunakan senjata mainan jenis water jelly.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan kejadian itu bermula sekitar pukul 07.00 Wita setelah pihaknya menerima laporan melalui Handy Talky (HT) terkait aksi sekelompok remaja yang bermain tembak-tembakan menggunakan senjata mainan.
Menurut Arya, kelompok remaja tersebut tidak hanya bermain di jalan, tetapi juga melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
“Di situ lalu mencegat orang-orang yang jalan, lalu mendorong orang di jalan juga melukai hingga menendang ya, jadi tindakan-tindakannya ini sangat meresahkan warga masyarakat,” ujarnya di Mapolrestabes Makassar dikutip dari iNews Celebes, Rabu (4/3/2026).
Saat petugas tiba di lokasi, korban disebut sedang melakukan tindakan keras terhadap seorang pengendara motor. Polisi kemudian berupaya melakukan penangkapan disertai tembakan peringatan.
“Sehingga begitu Iptu N turun dari mobil langsung melakukan penangkapan, pegang pelaku sambil mengeluarkan tembakan peringatan,” katanya.
Setelah sebagian besar remaja melarikan diri, korban sempat berusaha melepaskan diri dari petugas. Dalam kondisi tersebut, senjata yang masih dipegang Iptu N kembali meletus dan mengenai tubuh korban.
“Kemudian Betrand berusaha untuk melarikan diri, berusaha meronta dan ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang,” kata Kombes Arya.
Korban kemudian segera dievakuasi ke Rumah Sakit Grestelina Makassar untuk mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Namun setibanya di rumah sakit rujukan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Polisi menduga korban meninggal akibat luka tembak yang menyebabkan pendarahan hebat.
Editor: Rizky Agustian