Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sudah 2 Bulan 4 WNI Disandera Perompak Somalia, Keluarga Minta Pemerintah Bertindak 
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan WNI Tak Bisa Nyoblos, Muncul Petisi Pemilu di Sydney Diulang

Minggu, 14 April 2019 - 16:26:00 WIB
Ratusan WNI Tak Bisa Nyoblos, Muncul Petisi Pemilu di Sydney Diulang
Ilustrasi, surat suara Pemilu 2019. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komunitas Masyarakat Indonesia di Sydney, Australia membuat petisi agar pemilu di sana digelar ulang. Petisi tersebut dibuat karena banyak warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih tidak diizinkan memberikan suara meskipun sudah mengantre sejak siang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Townhall, Australia.

Dikutip dari Change.org, Minggu (14/4/2019), proses panjang dan ketidakmampuan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney sebagai penyelenggara pemilu menyebabkan antrean tidak bisa berakhir sampai pukul 18.00 waktu setempat.

Sehingga, ratusan orang yang sudah mengantre selama dua jam tidak dapat melakukan hak dan kewajibannya untuk memilih karena PPLN dengan sengaja menutup TPS tepat pukul 18.00 tanpa menghiraukan ratusan pemilih yang mengantri di luar.

Mereka berharap kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengar, menyelidiki, hingga menyetujui tuntutan ini.

Sebelumnya, ratusan WNI di Sydney, Australia gagal memberikan hak pilih atau mencoblos karena waktu yang diberikan PPLN terbatas. Persoalan tersebut diceritakan oleh salah satu WNI di Sydney, Linda.

Dia menceritakan, tepat pukul 08.000 waktu Sydney, dirinya bersemangat berangkat ke Maroubra Indonesian Consulate guna memberikan hak pilih. "Saya membawa KTP dan surat A5 yang menyatakan saya pindah dari Jakarta Barat ke KJRI Sydney. Tiba di sana saya diminta passport dan tidak perlu bawa KTP," katanya.

Sebelum pulang, Linda sempat ditanya PPLN Sydney mengenai lokasi TPS. Dia mengaku tidak mengetahui di mana TPS-nya berada. "Lalu petugas laki-laki di sana membuka link di internet, nama saya ada di sana dengan menunjukkan TPS 5, yaitu di Sydney Town Hall George Street. Saya diminta ke sana," ucapnya.

Petugas laki-laki tersebut memberitahukan untuk datang ke TPS pada pukul 17.00 waktu setempat. Waktu tersebut dialokasikan untuk pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

"Walaupun datang pagi hari atau siang hari dan TPS tidak ramai, mereka tetap tidak mau melayani kita. Jadi mereka hanya kasih waktu 1 jam (jam 5-6) untuk sekitar kurang lebih jika dihitung saat itu sekitar 1.000 orang antre," ujarnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut