Ramadan Berdekatan dengan Imlek, Yenny Wahid: Awalan Baru untuk Kita Semua
JAKARTA, iNews.id – Awal Ramadan tahun ini menghadirkan momen istimewa karena berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Putri kedua presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, menilai pertemuan dua momentum besar tersebut sebagai simbol awalan baru bagi seluruh masyarakat.
Menurut dia, penentuan awal Ramadan memiliki makna lebih dalam. Bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan momentum kebersamaan lintas umat beragama.
“Jadi itu mungkin semangatnya karena ini bukan tanggal 17 Februari bukan cuma tanggal yang penting secara bulan Ramadhan secara Hijriah tapi ini juga adalah Tahun Baru Cina (Imlek),” ungkap Yenny kepada awak media, Selasa (17/2/2026).
Momentum Spiritual Lintas Umat
1 Ramadan 1447 H Hari Kamis 19 Februari 2026
Yenny melihat pertemuan awal Ramadan dan Imlek sebagai simbol penting dalam perspektif spiritual dan falak. Dia menilai, momen tersebut bisa dimaknai sebagai tanda dimulainya lembaran baru bagi siapa pun, tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
“Jadi saya juga mengucapkan untuk teman-teman Tionghoa selamat menjalani tahun yang baru dan juga kalau dalam metode falakiyah rohaniyah ini memang tanggal yang penting sekali karena ini tanggal baru awalan baru untuk kita semua,” ucap dia.
Hilal Tak Terlihat di Bandung dan Seluruh Wilayah Jabar, Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat
Dia menegaskan bahwa energi pergantian waktu yang bersamaan ini dapat menjadi refleksi bersama. Ramadan identik dengan penyucian diri, sementara Imlek lekat dengan harapan dan keberuntungan di tahun yang baru.
Durasi Puasa Ramadan di Eropa Lebih Pendek hanya 11-an Jam, Kenapa?
Niat Baik Dimulai Malam Ini
Melihat keistimewaan tersebut, Yenny mengajak masyarakat memanfaatkan malam yang dianggap istimewa ini untuk menata niat. Dia menyarankan agar setiap orang menjadikannya sebagai titik awal perubahan diri.
Jemaah An Nadzir di Gowa Sulsel Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
“Jadi saya sarankan buat semua kalau ada yang niat untuk melakukan suatu hal ya, mulai malam ini. Niatkan misalnya saya ingin hidup lebih sehat mulai malam ini," tutur Yenny.
Menurut dia, niat yang dikuatkan pada momentum sakral akan memiliki daya dorong yang lebih besar. Baik itu niat untuk memperbaiki kualitas hidup, mempererat hubungan keluarga, maupun meningkatkan kepedulian sosial.
“Saya ingin lebih berbakti pada orang tua mulai malam ini niatkan. Saya ingin lebih apa namanya membantu orang lain lebih banyak sedekah dan lain sebagainya niatkan malam ini insya Allah itu akan menjadi sebuah kekuatan ketika kita menjalani tahun baru ke depan,” kata dia.
Yenny berharap, pertemuan awal Ramadan dan Imlek kali ini tidak hanya dipandang sebagai peristiwa kalender semata. Lebih dari itu, dia mengajak seluruh masyarakat menjadikannya sebagai awalan baru untuk memperkuat toleransi, memperbanyak niat baik, dan menumbuhkan semangat perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Dani M Dahwilani