Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkeu Purbaya Pastikan Pemerintah Tambah Dana di Himbara
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Yakin Defisit APBN Tak Lebih dari 3 Persen: Harga Minyak Dunia Turun

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:36:00 WIB
Purbaya Yakin Defisit APBN Tak Lebih dari 3 Persen: Harga Minyak Dunia Turun
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Arif Julianto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam koridor yang sehat dan aman. Dia mengatakan angka defisit fiskal negara hingga akhir tahun anggaran hampir dipastikan tidak akan melampaui batas aman ketentuan undang-undang sebesar 3 persen.

Menurut Purbaya, pemerintah memiliki kendali kuat dalam mengelola instrumen belanja dan pendapatan negara secara terukur berkat ruang fiskal yang saat ini berangsur-angsur menjadi lebih fleksibel.

"Kondisi fiskal aman. Defisit tidak akan melebihi 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar," ujar Purbaya saat media briefing di kantornya, Jumat (26/6/2026).

Keyakinan bendahara negara ini diperkuat oleh pergerakan harga komoditas energi global yang terus menunjukkan tren melandai. Berdasarkan data dari Reuters, harga minyak mentah jenis Brent yang menjadi acuan pasar dunia dilaporkan terkoreksi turun 19 sen atau sekitar 0,25 persen ke posisi USD75,07 per barel pada pukul 00.55 GMT (07.55 WIB).

Di saat yang sama, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat ikut merosot sejauh 13 sen atau 0,18 persen menuju level USD71,79 per barel. Penurunan biaya energi ini secara otomatis meringankan beban impor komoditas nasional.

"Termasuk harga minyak dunia yang turun berapa sekarang? Oh mendekati 70 dolar dolar AS, 73 dolar AS. Saya pikir akan turun terus. Jadi aman, kita ada selamat," jelas Purbaya

Di sisi lain, publik tengah menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yang posisinya kian mendekati level Rp18.000 per Dolar AS.

Menanggapi fenomena pelemahan kurs tersebut, Purbaya memilih menahan diri untuk tidak berkomentar lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya kebijakan stabilisasi moneter kepada otoritas Bank Indonesia (BI).

Meski demikian, Purbaya meluruskan kekhawatiran pasar mengenai potensi jebolnya anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia memastikan kas subsidi energi tidak akan membengkak lantaran tim Kemenkeu sejak awal telah menyusun kalkulasi APBN menggunakan skema asumsi makro kurs Dolar AS yang jauh di atas angka Rp16.500.

"Kan waktu itu udah kita hitung dengan dolar yang bukan Rp16.500. Jadi nggak (membengkak), masih aman. Nanti kalau saya sebutin angkanya, Anda akan bilang, 'Oh pemerintah menentukan rupiah sekian,' tapi nggak, kita udah hitung dengan hati-hati," pungkas Purbaya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut