Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Beberkan Dampak Buyback SBN, Dana Investor Asing ke RI Tembus 3 Miliar Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Ungkap Baru Beli SBN Rp600 Miliar dari Target Rp2 Triliun per Hari: yang Jual Sedikit

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:22:00 WIB
Purbaya Ungkap Baru Beli SBN Rp600 Miliar dari Target Rp2 Triliun per Hari: yang Jual Sedikit
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru membeli SBN Rp600 miliar dari target Rp2 triliun per hari. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp600 miliar dari target Rp2 triliun per hari. Menurutnya, hal itu karena SBN yang dilepas investor asing baru sedikit.

"Kemarin saja saya sudah targetkan Rp2 triliun, hanya dapat Rp600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali," ucap Purbaya usai sidang debottlenecking, Selasa (19/5/2026).

Eks Ketua DK LPS ini menambahkan aksi senyap pemerintah dalam menjaga harga obligasi negara ini sebenarnya bukan langkah mendadak, melainkan operasi terukur yang sudah digulirkan secara bertahap sejak akhir pekan lalu.

"Dari Kamis minggu lalu sedikit. Kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa," ungkapnya.

Dana senilai Rp600 miliar yang dikucurkan tersebut secara efektif telah mengompensasi seluruh volume SBN yang dilepas oleh modal asing pada sesi perdagangan kemarin. 

Sementara itu, Purbaya menekankan global terhadap nilai tukar rupiah masih berada dalam level yang wajar dan belum berada fase kritis. Atas dasar itu, pemerintah sejauh ini masih mengandalkan instrumen manajemen kas (cash management) APBN untuk menjaga sentimen pasar obligasi, tanpa perlu mengaktifkan seluruh kekuatan penuh cadangan fiskal.

Ia menjelaskan, skema komprehensif Bond Stabilization Fund (BSF) yang melibatkan koordinasi dengan Badan Layanan Umum (BLU) serta perusahaan di bawah naungan Kemenkeu baru akan digunakan apabila situasi pasar modal dinilai sudah sangat darurat.

"Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMV (special mission vehicle/BLU) dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu, keadaannya masih relatif lumayan lah," kata Purbaya

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut