Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Purbaya Tolak Tawaran Utang dari IMF, Pastikan Anggaran Pemerintah Masih Cukup
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Tolak Tawaran Utang IMF: Kita Punya Bantalan Rp420 Triliun

Kamis, 16 April 2026 - 10:26:00 WIB
Purbaya Tolak Tawaran Utang IMF: Kita Punya Bantalan Rp420 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran utang IMF dan mengatakan bantalan fiskal RI masih Rp420 triliun. (foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran utang yang disampaikan pimpinan International Monetary Fund (IMF). Menurutnya, keuangan Indonesia masih baik dengan bantalan fiskal Rp420 triliun.

Tawaran itu terjadi saat Purbaya melawat ke Amerika Serikat dan bertemu Managing Director IMF Kristalina Georgieva menjadi salah satu agenda. 

Awalnya, Kristalina menjelaskan soal dinamika geopolitik di Timur Tengah akibat perang yang dimulai serangan AS akan berlangsung dalam waktu tidak sebentar. Muara perang dan bakal apa kesepakatannya pun tak mampu diidentifikasi. 

Purbaya lantas menanyakan soal apa yang bisa dilakukan IMF untuk membantu kurangi efek ekonomi akibat ketidakpastian global.

"Dia (Kristalina) bilang IMF tidak punya otoritas dalam hal itu. Tapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan," ujar Purbaya mengingat percakapan dengan Kristalina, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).

Purbaya menekankan ketahanan fiskal nasional masih resiliensi sehingga tidak membutuhkan pinjaman IMF. Ini merujuk pada saldo anggaran lebih (SAL) yang kini mengendap di Bank Indonesia (BI), dan bisa digunakan kapan saja.

"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan (utang IMF) karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar, 420 triliun yang saya bilang sebelumnya," tuturnya.

Purbaya mengklaim IMF takjub dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai dapat menjaga perekonomian nasional di saat negara lain diterpa isu pelambatan pertumbuhan. Bendahara negara mengemukakan sejumlah injeksi keuangan untuk perbankan menjadi salah satu penopang.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut