Purbaya soal Renovasi Ponpes Al Khoziny Diusulkan Pakai APBN: Ada yang WA Saya Jangan
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan renovasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny usai ambruk beberapa waktu lalu menggunakan APBN. Dia mengaku menerima pesan WhatsApp (WA) terkait usulan itu.
Purbaya tak menyebut sosok yang mengirim pesan WA itu. Namun, dia mengungkapkan sosok itu meminta agar renovasi Ponpes Al Khoziny jangan menggunakan APBN.
“Waktu itu saya udah ngomong begitu, saya akan lihat. Udah ada tuh yang WA saya, jangan katanya, nanti yang lain iri,” kata Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Dia memastikan belum memutuskan langkah untuk membangun kembali robohnya bangunan yang menewaskan lebih dari 60 orang santri.
Polda Jatim Ungkap Update Penyidikan Tragedi Ponpes Al Khoziny, Saksi Diperiksa Bertahap
“Saya gak tau mana yang terbaik,” ujarnya.
Dia juga belum dapat memastikan tindak lanjut usulan tersebut, karena masih menunggu proposal resmi.
Polda Jatim Mulai Penyidikan Dugaan Pidana dalam Kasus Robohnya Ponpes Al Khoziny
Tragedi Ponpes Al Khoziny, Cak Imin Ungkap 67 Santri Meninggal dan 5 Cacat Seumur Hidup
“Saya belum lihat proposalnya. Tapi nanti begitu lihat proposal, saya akan putuskan,” ucapnya.
Usulan renovasi Ponpes Al Khoziny menggunakan APBN sebelumnya disampaikan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Alasan, ada sekitar 1.900 santri yang kehilangan tempat belajar.
Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN Tuai Polemik, Cak Imin: yang Protes Apa Solusi Anda?
Cak Imin menyebut dana APBN layak dikucurkan untuk memperbaiki bangunan tempat belajar tersebut.
"Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya kalau jumlah santrinya 1.900 mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja?” ujar Cak Imin.
Editor: Rizky Agustian