Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dikritik DPR gegara Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI: Juli-Agustus Akan Menguat!
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya soal Prabowo Bilang Warga Desa Tak Pakai Dolar: untuk Hibur Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 18:03:00 WIB
Purbaya soal Prabowo Bilang Warga Desa Tak Pakai Dolar: untuk Hibur Rakyat
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Arif Julianto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan mengenai maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar AS. Menurut dia, ucapan kepala negara tersebut merupakan pesan komunikatif untuk menenangkan masyarakat di daerah dan melihat kondisi riil di lapangan.

Dia menyayangkan sikap beberapa pihak yang dinilai terlalu membesar-besarkan narasi tersebut hingga menimbulkan perdebatan yang tidak perlu di ruang publik.

“Untuk menghibur rakyat aja waktu itu di sana. Saya sih lihat konteksnya di pedesaan waktu kemarin itu, gak apa-apa ngomong begitu," ujar Purbaya saat ditanya awak media mengenai substansi pesan Prabowo, Senin (18/5/2026).

Ketika wartawan menyanggah pelemahan nilai tukar tetap membawa dampak ke wilayah pedesaan, Purbaya merespons secara langsung.

"Kan yang besar-besarkan Anda, tulis disebarin ke mana-mana,” tutur dia.

Guna meredam kekhawatiran pasar atas pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Purbaya meminta masyarakat tidak panik. Dia memastikan fundamental ekonomi dan kesehatan APBN dalam kondisi prima.

Secara khusus, Purbaya mematahkan analisis dari beberapa pengamat dan media asing seperti The Economist yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia rapuh karena hanya disokong oleh belanja masif pemerintah (government spending). 

Purbaya kemudian memaparkan rincian kontribusi pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I-2026 yang tumbuh solid di level 5,6 persen.

"Kalau kita lihat dengan pangsanya, sebenarnya kalau lihat dari 5,6 itu, mungkin 2,9 dari belanja konsumen, 1,7 dari investasi, 1,3 itu dari belanja pemerintah. Jumlahnya nanti ke arah 6 sana, ada juga ekspor-impor ya. Jadi gitu caranya. Jadi yang men-drive dan memberi kontribusi menyumbang terbesar ke pertumbuhan adalah belanja masyarakat, artinya daya belinya masih cukup bagus. Jadi jangan khawatir," kata Purbaya.

Lebih lanjut, dia menegaskan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia kini jauh lebih seimbang. Reformasi struktural yang diinisiasi oleh Prabowo dinilai berhasil mengaktifkan kembali peran sektor swasta nasional sebelum terjadinya guncangan ekonomi dari eksternal (negative shock global).

"Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5.6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak bukan hanya government aja," jelasnya.

Purbaya menjanjikan akan memaparkan seluruh kinerja impresif APBN hingga April dalam konferensi pers esok hari untuk membuktikan arah kebijakan fiskal pemerintah berada di jalur yang tepat.

"Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini. Kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi. Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5.6 ketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Bapak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden," ucap Purbaya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto buka suara terkait tingginya nilai tukar harga dolar AS terhadap rupiah. Menurutnya, hal itu tak berdampak karena rakyat di desa tak memakai dolar AS.

saya nggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan keos, akan apa, rupiah begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok," ujar Prabowo.

Lantas, eks Menteri Pertahanan ini mengatakan, ketersediaan pangan dan energi di dalam negeri termasuk aman. Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan banyak negara lain.

"Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ucap Prabowo saat memberi sambutan dalam acara peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut