JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR, Selasa (30/9/2025). Raker itu akan membahas realisasi kompensasi dan subsidi dalam APBN 2025.
Pertemuan tersebut akan mengulas seberapa jauh anggaran subsidi dan kompensasi yang telah disalurkan dan dampaknya terhadap perekonomian.
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Raker itu akan membahas detail realisasi anggaran subsidi dan kompensasi yang telah mencapai Rp218 triliun hingga periode Agustus 2025. Anggaran besar itu digelontorkan untuk menopang harga kebutuhan masyarakat seperti BBM, LPG, listrik, dan pupuk bersubsidi.
Realisasi subsidi dan kompensasi itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP), depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume konsumsi barang bersubsidi.
Menkeu Purbaya Ancam Tarik Anggaran Subsidi Rumah jika Realisasi Tidak 100 Persen
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara telah memaparkan rincian peningkatan volume pemakaian barang bersubsidi dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.
“Semoga ini terus membantu bergeraknya perekonomian di masyarakat,” kata Suahasil.
Prabowo ke Purbaya hingga AHY: S3 Kalau Nggak Bisa Perbaiki Sistem Kelewatan!
Rinciannya, BBM sudah direalisasikan sebanyak 10,63 juta kiloliter, naik 3,5 persen dari 10,28 juta kiloliter dan LPG 3 kilogram (kg) terealisasi 4,91 juta kg, meningkat 3,6 persen dari 4,74 juta kg.
Menkeu Purbaya Tiba-Tiba Sidak Kantor Pusat BNI, Ada Apa?
Kemudian Pelanggan listrik bersubsidi mencapai 42,4 juta pelanggan, naik 3,8 persen dari 40,9 juta pelanggan dan Pupuk subsidi terealisasi sebanyak 5 juta ton, melonjak 12,1 persen dibandingkan 4,4 juta ton pada tahun sebelumnya.
Realisasi pembayaran subsidi itu dibayarkan sesuai jadwal yang bertujuan agar masyarakat dapat terus menikmati barang dengan harga bersubsidi dan membantu pergerakan perekonomian.
Menkeu Purbaya bakal Usul ke Prabowo Tak Tambah Wamenkeu, Ini Alasannya
Editor: Rizky Agustian