Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siap-Siap! Purbaya bakal Cairkan THR ASN-Polri di Awal Puasa
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Pastikan APBN Tak Jebol meski Tanggung Utang Whoosh

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:15:00 WIB
Purbaya Pastikan APBN Tak Jebol meski Tanggung Utang Whoosh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN masi sanggup menopang beban utang Whoosh. (foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan saat ini APBN masih sanggup untuk menopang beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh. Bahkan jika utang Whoosh akhirnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipastikan tak akan menyentuh batas defisit 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"APBN kita kan cukup untuk itu (selesaikan utang Whoosh), tanpa melewati 3 persen (defisit APBN terhadap PDB), pasti ada, atau kita lakukan penghematan di tempat lain," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Meski begitu, Menkeu Purbaya mengaku hingga saat ini belum ada arahan dari Presiden Prabowo untuk menggulirkan APBN untuk menyelesaikan utang Kereta Cepat. Sehingga masih menunggu Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk melakukan restrukturisasi penyelesaian utang.

"Tadi belum ada pembahasan. Saya akan tunggu sampai dapat berita terakhir dari Pak Rosan. Tapi pada dasarnya begitu diputuskan Presiden, saya akan eksekusi," sambungnya.

Eks Ketua DK LPS ini memastikan proses penyelesaian utang Whoosh akan dilakukan secara hati-hati dan tidak akan mengganggu ruang fiskal maupun program-program yang akan dijalankan oleh pemerintah.

"Saya akan beresin supaya semuanya berlangsung smooth. Tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi dari Pak Rosan, jadi saya akan tunggu dulu," tambahnya.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan penyelesaian masalah utang Whoosh sudah masuk dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025.

Dony menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait utang hingga kerugian yang saat ini masih dimiliki oleh perusahaan patungan dengan China itu.

"Sedang kita lakukan penjajakan, tentu akan kita bereskan (utang kereta cepat) proses itu. Kemarin kan Dirut KAI juga sudah menyampaikan di DPR, kita bereskan, masuk dalam RKAP kita tahun ini," ujarnya saat ditemui di Smesco, Jumat (22/8/2025).

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut