Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Bantah Incar Influencer dan Pedagang Online untuk Tarik Pajak Baru: untuk Semua WNI
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN, Ada Apa?

Jumat, 03 Juli 2026 - 06:14:00 WIB
Purbaya Ogah Bangun Pusat Finansial Internasional di IKN, Ada Apa?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pusat finansial internasional tak akan dibangun di IKN. (foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan spekulasi terkait peta lokasi pembangunan International Financial Center (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ia menegaskan perhatian pemerintah saat ini masih tertuju penuh pada kawasan Bali, sebagai kandidat terkuat penempatan kawasan eksklusif tersebut.

Menurut Purbaya, hingga saat ini jajarannya belum menerima usulan resmi mengenai alternatif wilayah lain di luar Bali. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyeleksi titik geografis yang dinilai paling ideal dan memiliki daya tarik maksimal bagi kenyamanan operasional para investor raksasa lintas negara.

"Jadi kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, mungkin ada beberapa titik. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk investor internasional," kata Purbaya saat ditemui usai raker Komisi XI, Kamis (2/7/2026).

Adapun mengenai kemungkinan ekspansi proyek tersebut ke wilayah padat ekonomi seperti Pulau Jawa, Purbaya menyatakan belum bisa memberikan konfirmasi.

Lebih lanjut, ia juga membantah kabar pusat finansial internasional akan diintegrasikan ke dalam ekosistem ibu kota baru di Kalimantan Timur. Purbaya menegaskan Ibu Kota Nusantara (IKN) belum masuk ke dalam rencana pembangunan PFII.

"Kalau di Pulau Jawa, sampai sekarang saya belum tahu. Kalau di IKN, sejauh ini juga belum ada rencana," ujar Purbaya. 

Jawaban Purbaya sejalan dengan cetak biru yang sebelumnya sempat diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. 

Airlangga sempat mengungkapkan fokus pembentukan klaster pusat keuangan internasional ini memang sengaja dipusatkau di Bali tanpa ada niat mengalokasikannya ke wilayah lain.

Berdasarkan kajian teknis sementara, terdapat dua titik strategis yang dinilai paling potensial untuk menampung mega proyek ini, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dan KEK Sanur. 

Komitmen keseriusan tersebut dibuktikan dengan langkah jajaran pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kesiapan infrastruktur di kedua kawasan ekonomi khusus tersebut.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut