Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa untuk Orang Miskin Diotak-atik?
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun: Masyarakat Ga Usah Khawatir

Senin, 06 April 2026 - 15:40:00 WIB
Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun: Masyarakat Ga Usah Khawatir
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjamin harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 dan memastikan pemerintah telah menyiapkan strategi pendanaan. (Foto: YouTube Kemenko Perekonomian)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Adapun, terdapat dua jenis BBM bersubsidi, di antaranya Pertalite dan Solar.

Purbaya mengatakan, anggaran untuk BBM subsidi cukup hingga sampai akhir tahun ini. Dia pun memastikan jika harga minyak dunia melonjak lebih tinggi, pihaknya telah menyiapkan strategi pendanaan.

"Harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup. Kalau kepepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi lagi? Selama suplainya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL, kalau kepepet itu masih bisa dipakai," kata Purbaya dalam konferensi pers Kebijakan Transportasi dan BBM di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).

"Saya ingin tegaskan lagi, masyarakat ga usah khawatir, ga usah spekulasi kalau uang saya habis. Jadi, uang kita cukup," tuturnya.

Namun, Purbaya menilai harga minyak dunia tidak akan bertahan di atas 100 dolar AS per barel dalam jangka waktu panjang.

"Tapi rasanya sih kita kesana masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 (dolar AS per barel) untuk waktu berkepanjangan," ucapnya.

Purbaya memastikan telah melakukan penelitian terkait harga minyak dunia hingga akhir tahun dengan rata-rata 100 dolar AS per barel. Namun, dia memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa mencukupi kebutuhan subsidi BBM.

"Jadi waktu kita exercise dengan harga minyak dunia rata-rata 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, pemotongan, penghematan sana-sini, kita bisa pastikan defisit di kisaran 2,9 persen," ujarnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut