Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : LPDP Versi Jakarta Dimulai Tahun Depan, Targetkan 100 Penerima Beasiswa
Advertisement . Scroll to see content

Proyek Flyover Latumenten Bikin Macet, Pramono Perintahkan Jalur yang Ditutup Segera Dibuka

Kamis, 26 Februari 2026 - 23:02:00 WIB
Proyek Flyover Latumenten Bikin Macet, Pramono Perintahkan Jalur yang Ditutup Segera Dibuka
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar jalur di sekitar pembangunan flyover Latumenten dibuka. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar jalur di sekitar proyek pembangunan flyover Latumenten, Grogol, Jakarta Barat dibuka.Hal itu merupakan respons atas kemacetan parah akibat proyek tersebut.

"Sekarang saya sudah minta kepada Bina Marga untuk memperluas akses supaya jalan yang ditutup itu bisa dibuka," kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Pramono berjanji, pembukaan jalan itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Harapannya, hal itu bisa mengurangi kemacetan parah di lokasi tersebut. 

"Jadi intinya mudah-mudahan dalam waktu dekat untuk Latumenten ini pembangunannya tidak membuat kemacetan yang semakin parah," tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth juga menyoroti kemacetan di sekitar proyek itu. Dirinya bahkan mengecek langsung tempat tersebut setelah menerima keluhan dari warga.

"Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," ujar Kent dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Saat meninjau lapangan, anggota Komisi C DPRD Jakarta itu mendapatkan fakta Jalan Latumenten yang semula memiliki tiga lajur kini menyempit drastis menjadi hanya satu lajur aktif. Penyempitan ekstrem membuat antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Kent menyoroti keberadaan angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta api, yang mana titik berhentinya sangat rawan penumpukan kendaraan. Terlebih, masih melintasnya truk kontainer dan bus berukuran besar di ruas jalan yang kini menyempit, harusnya selama proyek berlangsung kendaraan besar dialihkan ke jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut