Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jenazah Ustaz Yahya Waloni Akan Diterbangkan dari Makassar ke Jakarta
Advertisement . Scroll to see content

Profil Ustaz Yahya Waloni, Penceramah yang Meninggal Dunia saat Khutbah di Makassar

Jumat, 06 Juni 2025 - 20:56:00 WIB
Profil Ustaz Yahya Waloni, Penceramah yang Meninggal Dunia saat Khutbah di Makassar
Penceramah Yahya Waloni meninggal dunia saat jadi khatib Jumat di Makassar. (Foto: Dok.iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idProfil Ustaz Yahya Waloni, penceramah yang meninggal dunia saat menjadi khatib Jumat di Masjid Daarul Falah, Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/6/2025) menarik diulas.

Ketua Masjid Darul Falah, Syahruddin Usman mengatakan, Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat sedang menyampaikan khutbah Jumat. Ustaz yang merupakan mualaf tersebut sempaat jatuh saat berada di atas mimbar khutbah. "Iya, Ustaz Yahya (Waloni) tadi meninggal dunia saat membawakan Khutbah Jumat," ujarnya.

Profil Ustaz Yahya Waloni

Ustaz Yahya Waloni bernama lengkap Muhammad Yahya. Nama itu diperoleh setelah menjadi mualaf. Mantan pendeta ini sebenarnya memiliki nama yahya Yopie Waloni.

Dia lahir di Manado, 30 November 1970. Yahya memiliki darah Minahasa dengan lingkungan keluaarga yang taat beragama.

Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat menjadi khatib Sholat Jumat di Masjid Daarul Falah, Kota Makassar, Jumat (6/6/2025). (Foto: iNews)
Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat menjadi khatib Sholat Jumat di Masjid Daarul Falah, Kota Makassar, Jumat (6/6/2025). (Foto: iNews)

Dia memutuskan memeluk Islam pada Rabu, 11 Oktober 2006 silam setelah mendapatkan ilmu dan bimbingan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Proses mualaf Yahya Waloni dituntun Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tolitoli, Komarudin Sofa. Jejak Yahya Walooni kemudian diikuti istri dan anak-anaknya memeluk agama Islam. Istrinya, Lusiana berganti nama menjadi Mutmainnah. Sedangkan putrinya, Silviana menjadi Nur Hidayah dan Sarah menjadi Siti Sarah. Sedangkan putranya masih tetap memakai nama Zakaria.

Sebelum memeluk Islam, Yahya Waloni menjadi pendeta pada Badan Pengelola Am Sinode GKI, Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana.

Terseret Kasus Ujaran Kebencian

Ustaz Yahya Waloni pernah membuat heboh karena kasus ujaran kebencian. Dia bahkan pernah divonis 5 bulan penjara dan denda Rp50 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akibat ujaran kebencian mengarah ke SARA.

Selain itu, Ustaz Yahya Waloni juga pernah dilaporkan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding pada tahun 2018 silam

Saat itu, Ustaz Yahya Waloni dilaporkan ke Bareskrim Polri karena isi ceramahnya yang dituding menghina sejumlah tokoh seperti KH Ma'ruf Amin, Megawati Soekarnoputri, dan TGB Zainul Majdi. Isi ceramah tersebut sebelumya ditayangkan di YouTube.

Terlepas dari kasus yang pernah menderanya, namun sang Ustaz tetap dianggap orang mulia dan banyak doa untuknya karena meninggal di tempat yang mulai dan sedang menyampaikan risalah kebaikan. 

Diterbangkan ke Jakarta

Rencananya jenazah almarhum diterbangkan ke Jakarta. Saat ini, jenazah almarhum masih disemayamkan di Masjid Darul Falah, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/6/2025). 

"Rencananya dimakamkan di Jakarta. Tapi kita menunggu keputusan dari keluarga almarhum," kata Ketua Masjid Darul Falah, Syahruddin Usman.

Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia saat sedang menyampaikan khutbah Jumat. Ustaz yang merupakan mualaf tersebut sempat jatuh saat berada di atas mimbar khutbah. sebelum menjadi khatib di Masjid Darul Falah, almarhum didapuk menjadi khatib shalat Idul Adha di Jalan Rajawali Makassar. 

"Iya, Ustaz Yahya (Waloni) tadi meninggal dunia saat membawakan Khutbah Jumat," ujarnya.

Syarifuddin mengaku sempat melihat Ustaz Yahya Waloni sempat duduk di mimbar sebelum masuk khutbah kedua. 

"Beliau sempat duduk saat khotbah kedua menjelang doa. Tidak lama setelah itu beliau jatuh dan meninggal dunia," tuturnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut