Profil 3 Pakar Hukum Pemeran Film Dirty Vote yang Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu
JAKARTA, iNews.id - Film dokumenter Dirty Vote dirilis pada Minggu (11/2/2024). Tiga ahli hukum tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari membintangi film bergenre dokumenter eksplanatori tersebut.
Film tersebut dirilis tepat saat masa tenang usai masa kampanye Pemilu 2024 berakhir pada Sabtu (10/2/2024). Ketiga ahli hukum ini secara terang mengungkap dugaan kecurangan pada pesta demokrasi lima tahunan itu.
Lantas, siapa sosok ketiga ahli hukum tata negara tersebut? Berikut profilnya sebagaimana iNews.id rangkum dari berbagai sumber, Senin (12/2/2024).
Dikutip dari berbagai sumber, Zainal Arifin Mochtar dikenal sebagai dosen, akademisi dan juga ahli tata hukum negara. Dia lahir di Makassar, 8 Desember 1978.
Nobar Film Dirty Vote di M Bloc Dilarang, Kenapa?
Saat ini, Zainal menjabat sebagai pengawas perpajakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Zainal juga didapuk menjadi ketua Departemen Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dia merupakan salah satu aktivis yang sangat lantang menentang dan mengkritik pemerintah terkait kasus korupsi dan oligarki.
Disinggung dalam Film Dirty Vote, Bey Machmudin: Tunjukkan Kalau Saya Tidak Netral
Zainal meraih gelar Sarjana Hukum usai menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2003. Dia melanjutkan pendidikan jenjang S2 di Universitas Northwestern, Chicago, Amerika Serikat pada 2006 dan menamatkan jenjang S3 Ilmu Hukum di UGM pada 2012.
Wanita kelahiran 5 Oktober 1974 itu merupakan pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK). Dia juga merupakan pakar hukum tata negara dan akademisi.
Dirty Vote Bongkar Politik Gentong Babi, Bansos Dipolitisasi untuk Pemilu
Bersama PSHK, Bivitri mendirikan sekolah hukum bernama Jentera. Kurikulum Jentera menitikberatkan pada pelajaran hukum-hukum dasar, baik pidana maupun perdata.
Bivitri memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) pada 1999. Dia lalu melanjutkan studi ke Universitas Warwick, Inggris, dan meraih gelar Master of Laws pada 2002 dengan predikat "with distinction" dengan beasiswa The British Chevening Award.
Dirty Vote Sudah Ditonton Lebih dari 6 Juta Kali Hari Ini, Netizen: Film Berani dari Akademisi
Dirinya lalu menempuh pendidikan jenjang doktoral di University of Washington School of Law, Amerika Serikat, hingga kini.
Feri Amsari adalah dosen, akademisi dan ahli hukum tata negara. Pria kelahiran 8 Oktober 1980 itu dikenal sebagai peneliti senior dan mantan Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Dia aktif menulis tentang korupsi, hukum, politik, dan kenegaraan. Tulisannya telah banyak dimuat di berbagai media.
Feri merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas dan meraih gelar sarjana pada 2008. Dia lalu melanjutkan studi program magister di fakultas dan kampus yang sama.
Dia kemudian menempuh pendidikan magister perbandingan hukum Amerika dan Asia di William and Mary Law School, Virginia, Amerika Serikat.
Editor: Rizky Agustian