Praperadilan Dikabulkan, Helmut Hermawan Akan Dilepaskan KPK dari Penjara
JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melepaskan tersangka suap dan gratifikasi Helmut Hermawan. Hal ini menindaklanjuti putusan praperadilan Helmut yang dikabulkan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Untuk sementara, (Helmut) dilepas," ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat dihubungi, Selasa (27/2/2024).
Meski demikian, Alex mengatakan KPK akan mempelajari putusan dari Hakim Tunggal Tumpanuli Marbun yang mengabulkan gugurnya status tersangka dari Helmut.
"Kami pelajari dulu pertimbangan hakim memutuskan penetapan tersangka tidak sah," katanya.
Sidang Praperadilan, Tersangka KPK Helmut Hermawan Minta Statusnya Dibatalkan
Dia melanjutkan, jika gugatan tersebut dikabulkan lantaran tahapan penetapan tersangka tidak sesuai prosedur, maka KPK akan menetapkan status tersangka Helmut saat sudah dilakukan penyidikan.
"Kalau alasannya karena penetapan tersangka dilakukan pada tahap penyelidikan naik ke penyidikan, ya tinggal ditetapkan lagi sebagai tersangka ketika sudah dilakukan penyidikan. Ini kan hanya masalah prosedur," katanya.
Helmut Hermawan Minta KPK Setop Penyidikan usai Eddy Hiariej Menang Praperadilan
Sebelumnya, Hakim tunggal Tumpanuli Marbun mengabulkan Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan. Gugatan praperadilan yang diajukan terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK: Helmut Diduga Suap Wamenkumham Eddy Hiariej Rp8 Miliar
Helmut sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka penyuap mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej.
"Mengadili, menyatakan putusan privasi pemohon tidak dapat diterima. Dalam eksepsi, menyatakan eksepsi termohon tidak dapat diterima," ujar Tumpanuli di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (27/2).
Editor: Faieq Hidayat