Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prajurit TNI Tunjukkan Bekas Luka usai Terciprat saat Siram Air Keras ke Andrie Yunus
Advertisement . Scroll to see content

Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ngaku Panik dan Takut Ketahuan usai Kasusnya Viral

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:21:00 WIB
Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ngaku Panik dan Takut Ketahuan usai Kasusnya Viral
Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus mengaku merasa panik dan takut ketahuan saat kasusnya viral. (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus mengaku merasa panik saat ada ekspose dari polisi tentang pelaku penyiraman hingga beritanya viral. Pasalnya, mereka khawatir aksi yang dilakukannya akan ketahuan. 

"Kami melihat di televisi pada hari Sabtu, di ruang kerja kantor saya. Setelah melihat itu kami merasa panik dan bingung, takut ketahuan," ujar Terdakwa III, Kapten Nandala Dwi Prasetyo dalam persidangan, Rabu (13/5/2026).

Terdakwa III mengaku melihat di televisi adanya pemberitaan tentang pelaku penyiraman terhadap Andrie Yunus. Terlebih, ada foto terduga pelaku yang dipampang berdasarkan hasil rekaman CCTV.

Hal itu disampaikan para terdakwa usai menerima pertanyaan dari penasihat para terdakwa di persidangan. Pasalnya, di media massa dan media sosial, khususnya televisi, telah ramai pemberitaan tentang terduga pelaku penyiraman terhadap Andrie Yunus.

"Para terdakwa, sempatkah atau melihatkah mungkin di media massa, atau di televisi bahwa membahas mengenai penyiraman ini di televisi atau CCTV nya sudah bisa dilacak segala macam. Pernah Terdakwa I, II, III, dan IV melihat di televisi selama waktu belum di proses di Pusat Polisi Militer, ada tu jeda 1-2 hari (setelah penyiraman). Tidak tahu kalau penyiraman itu sudah viral di media?" tanya penasihat.

Berbeda dengan Terdakwa III, Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko mengaku tidak tahu soal pemberitaan tersebut. Sebabnya, dia kala itu berada di mess dalam kondisi sakit dan tidak menyaksikan pemberitaan di media massa ataupun media sosial.

"Siap, kalau saya tidak melihat (pemberitaan) karena di mess keadaan sakit," ujar Terdakwa I.

Sementara itu, Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi dan Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka yang sama-sama mengaku tidak tahu jika terduga pelaku penyiraman air keras telah teridentifikasi berdasarkan rekaman CCTV. Sebab, mereka tidak mengikuti pemberitaan di media massa ataupun media sosial, khususnya di televisi.

"Siap, untuk saya Terdakwa II tidak melihat (pemberitaan)," tutur Terdakwa II.

"Siap, tidak pernah melihat (pemberitaan)," kata Terdakwa IV.

Terdakwa III mengaku, usai penyiraman terhadap Andrie Yunus tidak ada komunikasi saat dalam perjalanan pulang ke mess. Namun, saat tiba di mess dan tak lama Terdakwa I dan II tiba juga di mess, dia melihat kondisi keduanya tidak baik-baik saja.

Pasalnya, keduanya juga terkena cairan yang disiramkan ke Andrie Yunus. Kala itu, Terdakwa III juga merasakan panik dan kebingungan karena takut bakal ketahuan pula.

"Tahu jika terdakwa 1 dan 2 terkena luka? Apa reaksi terdakwa?" tanya penasihat.

"Ketika di mess. Selama perjalanan (pulang usai menyiram) tidak ada komunikasi, begitu sampai di mess baru melihat Terdakwa I dan II. Panik dan bingung karena merasa Terdakwa I dan II terkena cairan tersebut, yang jelas takut ketahuan juga," kata Terdakwa III.

Sementara itu, Terdakwa II menambahkan, sejatinya dia dan Terdakwa I baru tiba di mess belakangan karena saat dalam perjalanan pulang usai menyiram Andrie Yunus, mereka mengambil rute yang jauh dibandingkan saat berangkat. Pasalnya, usai menyiram Andrie Yunus, dia merasa panik.

"Berangkat dan pulang, jauhan mana rute yang pulang diambil terdakwa II?" tanya penasihat.

"Jauhan pulang," jawab Terdakwa II.

"Kenapa dipilih jauh yang pulang, ga ingin cepat sampai (di mess)?" tanya penasihat.

"Karena panik, untuk terdakwa I dan saya sendiri terkena cairan tersebut. Jadi asal jalan langsung meninggalkan lokasi," ucap Terdakwa II.

"Yang penting meninggalkan lokasi saja, tidak tahu rutenya malah tambah jauh kembali ke mess?" tanya penasihat lagi.

"Siap, tambah jauh," kata Terdakwa II.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut