Prabowo Ungkap Peran Vital RI: 70% Energi Asia Timur dan Perdagangan Dunia Lewat Laut Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya posisi strategis Indonesia dalam jalur perdagangan dan energi global. Bahkan, 70 persen energi yang dibutuhkan Asia Timur melewati Indonesia.
Hal ini diungkapkan saat memimpin rapat kerja pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN.
“Saudara-saudara, sadarkah kita bahwa sekitar 70 persen kebutuhan energi Asia Timur dan 70 persen perdagangan dunia melewati laut-laut Indonesia?” ujar Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan bahwa jalur strategis seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar merupakan bagian dari wilayah Indonesia. Jalur tersebut vital dan kerap digunakan oleh Korea, Jepang, hingga Tiongkok.
Ongkos Pesawat Haji Naik 51 Persen, Prabowo Minta Tak Dibebankan ke Jemaah
“Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar adalah laut Indonesia? Ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Indonesia. Kita adalah kunci bagi negara-negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, hingga Filipina,” lanjutnya.
Prabowo Beri Taklimat di Istana: 1,5 Tahun Kita Buktikan Pemerintah Efektif dan Andal
Menurut Prabowo, kondisi tersebut membuat Indonesia selalu menjadi sorotan global. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah memahami peran besar tersebut dan menjalankan tugas dengan optimal.
“Maksud dan tujuan pengarahan hari ini adalah agar kita menyadari pentingnya peran kita. Kita harus mengendalikan bangsa ini dengan baik, tepat, dan andal,” tegasnya.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung kondisi global yang tengah diliputi krisis, terutama terkait pasokan energi. Namun, berdasarkan hasil kajian pemerintah, Indonesia dinilai memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi situasi tersebut.
“Beberapa hari lalu kita menggelar rapat-rapat menghadapi kondisi global yang penuh krisis dan masalah suplai energi. Setelah kita kaji, ternyata kita punya kekuatan ekonomi yang kuat,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin