Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Kekompakan Kapolri dan Jaksa Agung di Puncak Hari Koperasi 
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Tegaskan Perbedaan Politik Hal Biasa, Singgung Cak Imin Sempat Jadi Lawan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:16:00 WIB
Prabowo Tegaskan Perbedaan Politik Hal Biasa, Singgung Cak Imin Sempat Jadi Lawan
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026). (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan perbedaan politik merupakan hal yang biasa. Kepala Negara menyinggung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang sempat menjadi lawan di kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024, namun kini bersama-sama di pemerintahan.

Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026).

Awalnya, Prabowo mengatakan persaingan dalam kontestasi politik adalah hal yang biasa. Ia menyebut semua pihak harus bisa menerima hasil kontestasi politik.

“Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik, iya kan? Sepak bola ada pertandingan, kan ada dua. Satu harus menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? ya, persaingan itu biasa," kata Prabowo.

Prabowo kemudian mencontohkan hubungannya dengan Muhaimin Iskandar yang sempat berpisah jalan secara politik.

"Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya. Tapi enggak ada masalah, karena dalam hati beliau, beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia," tuturnya.

Kini, prabowo mengatakan Cak Imin bersama dengan dirinya di pemerintahan untuk kemajuan Indonesia.

"Sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia, Saudara. Enggak ada masalah," ucapnya.

Prabowo menegaskan, setiap pihak yang bersaing harus bekerja sama setelah kontestasi politik berakhir.

“Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa, kita ini satu keluarga. Buktikanlah bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia,” ujarnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut