Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Kalau Aparat Nggak Beres, Langsung Video dan Lapor Langsung ke Saya!
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5% di 2027, Rupiah Rp16.800-17.500 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:59:00 WIB
Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5% di 2027, Rupiah Rp16.800-17.500 per Dolar AS
Grafis kerangka ekonomi RAPBN 2027. (Foto: Chat GPT)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan kerangka awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Tahun Anggaran 2027. 

Dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR RI, Kepala Negara merancang postur fiskal yang jauh lebih sehat dan disiplin, ditandai dengan target angka defisit anggaran yang dipangkas rendah ke kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027 defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," kata Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Guna mencapai postur fiskal yang kokoh tersebut, pemerintah merancang target belanja negara yang efisien namun tetap produktif dengan nilai sebesar 13,62 persen sampai 14,8 persen PDB. Sementara itu, dari sisi penerimaan, optimalisasi pendapatan negara dipatok pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB.

"Ini arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN 2027," ujar Prabowo.

Rancangan defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 ini terhitung sangat konservatif dan progresif. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan target defisit yang tertuang dalam UU APBN 2026, yakni sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari PDB.

Kebijakan pengetatan ini juga menjadi evaluasi atas realisasi defisit APBN pada tahun pertama jalannya pemerintahan (periode 2025) yang sempat melebar ke angka Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen PDB, dari plafon target awal yang sebesar 2,78 persen PDB atau senilai Rp662 triliun.

Bagi Presiden Prabowo, perbaikan tata kelola dan penyehatan struktur anggaran ini merupakan instrumen krusial demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dalam jangka panjang.

"APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa," tegas Prabowo.

Selain memaparkan postur pembiayaan, dokumen KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Presiden juga merinci indikator-indikator asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan pacu pembangunan.

Pemerintah menetapkan target Pertumbuhan Ekonomi (PE) yang cukup optimistis di level 5,8 persen hingga 6,5 persen, dibarengi dengan stabilitas harga yang dijaga ketat.

Berikut adalah rincian indikator asumsi makro RAPBN 2027 berdasarkan pemaparan resmi pemerintah:

Pertumbuhan Ekonomi (PE) 5,8 persen – 6,5 persen
Inflasi 1,5 persen – 3,5 persen
Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Rp16.800 – Rp17.500 per Dolar AS
Suku Bunga SBN 10 Tahun 6,5 persen – 7,3 persen
Harga Minyak Mentah RI (ICP) USD70 – USD95 per barel
Lifting Minyak 602 ribu – 615 ribu barel per hari
Lifting Gas 934 ribu – 977 ribu barel setara minyak per hari
Pendapatan Negara 11,82 persen – 12,40 persen PDB
Belanja Negara 13,62 persen – 14,80 persen PDB
Defisit 1,80 persen – 2,40 persen PDB

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut