Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Farhat Abbas Ungkap Kapolri Ingin Proses Hukum Tiyo Ardianto, Ditolak Prabowo
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Singgung Orang Indonesia Suka Bicara Manis-Manis di Depan: Kita Tak Perlu Pura-Pura

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:02:00 WIB
Prabowo Singgung Orang Indonesia Suka Bicara Manis-Manis di Depan: Kita Tak Perlu Pura-Pura
Presiden Prabowo Subianto (foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sikap terbuka dan jujur dalam melihat berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi menutup-nutupi kenyataan dengan kata-kata manis, melainkan harus berani menghadapi fakta yang ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Senin (23/6/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menilai budaya berbicara yang terlalu diplomatis kerap membuat berbagai persoalan mendasar bangsa tidak terselesaikan secara tuntas.

“Kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis karena itu memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan. Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya, tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya,” katanya.

Prabowo mengungkapkan, setelah memimpin pemerintahan dan melihat langsung berbagai data serta fakta yang ada, dirinya menemukan banyak penyimpangan yang selama ini terjadi dan dibiarkan berlangsung.

“Bahwa setelah sekian puluh tahun kita merdeka, apalagi sesudah saya menjadi Presiden, saya melihat data-data, fakta-fakta, saya merasa bahwa sesungguhnya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang kita... yang kita membiarkan,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, berbagai penyimpangan tersebut berdampak besar terhadap kondisi bangsa saat ini. Dia menyoroti banyaknya kekayaan negara yang seharusnya dinikmati rakyat justru hilang dan hanya menguntungkan segelintir pihak.

Karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi realitas dan tidak menghindari persoalan yang ada. Menurutnya, langkah perbaikan hanya dapat dilakukan apabila semua pihak bersedia melihat kondisi secara jujur.

Prabowo juga terkejut setelah mengetahui besarnya potensi kekayaan negara yang hilang selama bertahun-tahun. Meski demikian, dia menegaskan tidak ingin mencari pihak yang disalahkan, melainkan menjadikan kondisi tersebut sebagai pelajaran bersama untuk melakukan perbaikan.

"Yang pertama, hanya bangsa yang bodoh yang akan meneruskan suatu sistem di mana kekayaan bangsa tidak tinggal di bangsa itu. Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini. Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama,” kata Prabowo.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut