Prabowo Peluk Hangat PM India Narendra Modi saat Antar Kepulangan di Bandara YIA
KULON PROGO, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan pelukan hangat kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengantar langsung kepulangannya dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Rabu (8/7/2026).
Prabowo dan PM Modi tiba di Bandara YIA sekitar pukul 13.30 WIB. Saat turun dari mobil masing-masing, keduanya langsung berjalan melewati jajar kehormatan yang telah berbaris.
Di bawah tangga pesawat, PM Modi tampak memeluk hangat Prabowo seraya berpamitan. Modi juga memberikan salam namaste kepada Prabowo.
Sesaat sebelum memasuki pesawat, Modi kembali menengok ke arah Prabowo untuk memberikan salam terakhir. Prabowo membalas dengan memberikan gesture hormat dan namaste.
Diketahui, PM Modi berada di Indonesia sejak 3 hari lalu. Pada Selasa (7/7/2026), Modi diterima oleh Prabowo di Istana Merdeka untuk memulai kunjungan kenegaraan. Dari pertemuan ini, keduanya juga menyaksikan penandatanganan 16 kesepakatan kerja sama kedua negara.
Setelah itu, Prabowo mendampingi PM Modi berkunjung ke Gedung DPR/MPR. Tidak sampai di situ, malam harinya Prabowo juga turut hadir dalam pertemuan komunitas India di JCC, Senayan.
Pada Rabu (8/7/2026), Prabowo dan PM Modi berkunjung ke Candi Prambanan. Dalam kunjungan ini, keduanya sepakat merealisasikan kerja sama konsevasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan.
Program restorasi jangka panjang yang dijadwalkan berjalan dari tahun 2026 hingga 2036 ini akan memfokuskan pemugaran pada lebih dari 200 candi perwara di halaman kedua yang saat ini sebagian besar masih berupa reruntuhan.
Proyek restorasi ini akan menerapkan pendekatan teknologi modern, seperti survei LiDAR, rekonstruksi digital berbasis kecerdasan buatan (AI), dokumentasi digital, serta metode anastilosis.
Melalui kolaborasi ini, kedua negara diharapkan dapat mencapai hasil maksimal dalam aspek konservasi fisik, dokumentasi ilmiah, peningkatan pengelolaan situs, penguatan kerja sama budaya, hingga transfer keahlian antar-arkeolog kedua bangsa.
Editor: Aditya Pratama