Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor hingga Guru Besar di Istana, Ada Apa?
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 lebih rektor, guru besar, dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Ada apa?
Pantauan iNews.id, para rektor, guru besar, hingga pimpinan perguruan tinggi sudah berkumpul di Kompleks Istana Kepresidenan sejak pukul 08.00 WIB. Mereka tampak mengenakan jas almamater kampus masing-masing.
"Pada hari ini, Bapak Presiden mengumpulkan sekitar yang sudah hadir ini 1.200 pada hari ini, jadi banyak sekali yang hadir," ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Chistie kepada awak media.
Dia mengatakan ini merupakan pertemuan kedua kalinya yang digelar Prabowo.
Prabowo Ingin Perbanyak SMA Unggulan, Target 500 Sekolah dalam 4 Tahun
"Yang pertama sudah terjadi tahun lalu, dan sepanjang pengetahuan saya, sepanjang sejarah ini, tidak pernah seorang Presiden mengumpulkan para akademisi dari universitas yang sangat kita, sangat kita senangi dan kita banggakan bahwa ini terjadi dialog khusus," tutur dia.
Stella mengatakan para guru besar yang dikumpulkan hari ini dikhususkan bagi bidang sosial humaniora.
Prabowo Minta Pembangunan IKN Dipercepat, Target Fasilitas Negara Rampung 2028
Cerita Siswa SMA Taruna Nusantara Senang Bertemu Prabowo: Idola Saya
"Jadi kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru khusus hari ini Bapak Presiden mengumpulkan sosial humaniora," tutur dia.
Diketahui, undangan resmi kepada para rektor hingga guru besar telah dikirimkan melalui Kemendiktisaintek pada 9 Januari 2026.
Prabowo Ingin Taruna Nusantara Cetak Pemimpin yang Antikorupsi
Tercatat, agenda tersebut bertajuk Taklimat dan Dialog bersama Presiden RI dengan tema Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia.
Prabowo sebelumnya juga pernah melakukan pertemuan dengan para rektor, guru besar, hingga pimpinan perguruan tinggi pada 13 Maret 2025 lalu. Saat itu, Prabowo secara terbuka menyampaikan kampus harus memahami bukan hanya isu nasional, tetapi juga dinamika global yang berdampak langsung pada Indonesia.
Editor: Rizky Agustian