Prabowo Instruksikan Seluruh Desa di RI Terlistriki, Target Tuntas 2030
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar seluruh desa di Indonesia harus teraliri listrik paling lambat pada 2030. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menurut Bahlil, hal ini sejalan dengan program listrik desa untuk yang dicanangkan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, untuk listrik desa 2029-2030 dari 5.700 desa dan 4.400 dusun, itu harus selesai semua," ujar Bahlil di Istana Merdeka di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Untuk itu, Kementerian ESDM akan mempercepat penyediaan listrik desa di 10.068 lokasi hingga 2029 mendatang. Targetnya program ini bisa menjangkau 1,28 juta calon pelanggan sementara pada 2025 sehingga bisa menyentuh 1.285 lokasi untuk 77.616 pelanggan.
Tragis! Petani di Lombok Barat Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohon Pisang
"Tadi saya melapor kepada Bapak Presiden, dipanggil. Saya memberikan laporan karena beberapa hari saya melakukan kunjungan kerja di daerah, di Sulawesi, di Sultra, di Sulut, kemudian beberapa daerah lain, khususnya berbicara tentang realisasi daripada listrik desa," ungkapnya.
Guncang Pasar Mobil Listrik, Jaecoo Luncurkan J5 EV Seharga Rp249 Jutaan
Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, program Listrik Desa diprioritaskan bagi rumah tangga di desa-desa dengan ketertinggalan akses, tantangan geografis, dan kebutuhan sosial tertinggi.
Upaya melistriki daerah 3T yang umumnya memiliki kondisi akses yang menantang, dilakukan dengan mengkombinasikan sambungan on grid di lokasi yang dekat dengan jaringan PLN dengan solusi off grid bagi daerah terpencil.
"Akses listrik bukan sekadar terang. Ini bisa membuka kesempatan belajar, produktivitas ekonomi, dan layanan kesehatan yang lebih baik. Lisdes 2025-2029 kami rancang untuk menghadirkan manfaat nyata itu hingga ke desa-desa terjauh," ujar dia.
"Sebagai langkah awal, akhir Juni 2025 lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, telah meresmikan 55 pembangkit listrik energi terbarukan, yang terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pembangkit yang diresmikan tersebut, tersebar di 15 provinsi, dengan total kapasitas mencapai 379,7 Megawatt,” kata Yuliot.
Editor: Puti Aini Yasmin