Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: MBG Mungkin Tak Penting bagi Orang Berada, Tapi Diperlukan Mayoritas Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo: Dulu TNI Selalu Jadi Bulan-bulanan, Sekarang Polisi, Ya Tabah

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:37:00 WIB
Prabowo: Dulu TNI Selalu Jadi Bulan-bulanan, Sekarang Polisi, Ya Tabah
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto berkelakar kepada para anggota Polri untuk tabah karena kerap menjadi sasaran jika ada masalah. Dia mengatakan masalah semacam ini merupakan bagian risiko pekerjaan.

"Saya tahu saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko, TNI juga dulu jadi sasaran, jenderal-jenderal yang paling hebat, paling jago dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM," kata Prabowo saat sambutan di acara peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

"Rasanya TNI enggak pernah ngebom rumah sakit, selama sejarahnya TNI. Rasanya TNI enggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI enggak pernah bom sekolah, enggak pernah bom gereja atau masjid," imbuhnya.

Prabowo pun menyinggung negara barat yang selalu mengajarkan hak asasi manusia (HAM). 

"Negara-negara barat yang ngajarin HAM kepada kita. Saya enggak mau banyak komentar lagilah, Anda tahu maksud saya, jadi, banyak kalau istilah dulu kita ngejarkoni, iso ngajar, ora iso ngelakoni, mereka ngajarin kita," katanya.

Prabowo menuturkan dulu TNI selalu diserang, kini serangan itu menyasar Polri. Dirinya kembali meminta jajaran Polri untuk tabah karena merupakan bagian dari pengorbanan bagi bangsa dan negara.

"Dulu TNI yang selalu diserang bulan-bulanan, ya polisi, ya tabahlah kau juga jadi sasaran bulan-bulanan, enggak apa apa ya kan, itu risiko, yang penting niat baik, pengorbanan untuk bangsa dan negara," ucapnya.

Menurut Prabowo, jika seseorang dalam institusi melakukan kesalahan tidak sepatutnya institusi itu ditutup, seharusnya yang bertanggung jawab adalah orang yang membuat kesalahan itu.

"Kalau ada dalam institusi ratusan ribu orang kalau ada enggak benar ya tindak, saya ibaratkan kalau ada sekolah muridnya ada yang brengsek, ada yang tawuran, ada yang kurang ajar, muridnya, bukan kepala sekolahnya yang dicopot, keliru itu, bukan terbalik, bukan sekolahnya ditutup, tapi nggak papa ini risiko seorang pemimpin," katanya.

Prabowo pada kesempatan itu kembali berpesan agar pimpinan Polri untuk bersabar.

"Kau dikasih bintang di sini (pundak kanan dan kiri), untuk tahan, tahan banting, tahan maki-maki, tahan serangan, apalagi serangannya di sosmed ya kan, sosmed itu banyak buzzer, jadi kita harus tegar, yang jelas kita buktikan kepada rakyat, hari ini saya harus mengatakan bahwa saya bangga, dan puas dengan prestasi ini," tutur dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut