Prabowo Akui Banyak Masalah di Luar Perkiraan, Soroti Kebocoran Kekayaan Negara
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengakui pemerintahannya tengah menghadapi sejumlah permasalahan kompleks. Permasalahan itu bahkan di luar perkiraannya.
"Saya sendiri sebagai presiden yang diberi mandat bersama saudara wapres kita disumpah, saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Prabowo, satu di antara masalah utama yang menjadi sorotan adalah distorsi ekonomi akibat kebocoran kekayaan negara yang mengalir keluar dalam jumlah signifikan setiap tahunnya. Prabowo menyebut angka kebocoran tersebut mencapai ribuan triliun rupiah atau ratusan miliar dolar AS.
"Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun," ungkap Prabowo.
Prabowo memerinci kebocoran tersebut dipicu oleh berbagai praktik ilegal seperti pemalsuan laporan perdagangan atau underinvoicing, transfer pricing, hingga penyelundupan. Praktik yang dinilai tidak adil bagi bangsa ini telah berlangsung menahun.
Dia pun menegaskan akan memberantas praktik-praktik tersebut.
"Dengan praktik-praktik underinvoicing, pemalsuan laporan, underinvoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan, praktik transfer pricing, penyelundupan, hal-hal sesungguhnya tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita," ucap dia.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya menindak kebocoran ini guna menyelamatkan masa depan bangsa.
"Jadi saudara-saudara kita dihadapi masalah yang sangat besar, dengan masalah yang vital. Kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa," ucap dia.
Selain isu kebocoran ekonomi, kata dia, pemerintah juga tengah memprioritaskan penyelesaian persoalan kesejahteraan rakyat mulai dari minimnya gaji guru, keterbatasan lapangan kerja, hingga kemiskinan ekstrem.
"Bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini masalah kita paham. Kita mengerti, justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan," ungkap Prabowo.
Meski demikian, Prabowo mengeklaim pemerintah telah berhasil menyelesaikan hampir 110 permasalahan negara dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Editor: Rizky Agustian