Prabowo Ajak ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan, Ingatkan Risiko El Nino
CEBU, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan ASEAN sebagai upaya menghadapi tantangan global. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).
"Kita harus ingat bahwa wilayah kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melewati perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di wilayah kita sendiri," kata Prabowo.
Dia mengingatkan adanya ancaman El Nino ekstrem yang telah diperingatkan berbagai organisasi internasional dan dapat berdampak pada ketahanan pangan kawasan.
Dalam kondisi tersebut, Prabowo menilai penguatan ketahanan pangan ASEAN menjadi makin mendesak.
"Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional tentang risiko El Niño yang sangat ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam hal ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak," ujar dia.
Prabowo Minta Dukungan ASEAN untuk Bangun Proyek PLTS 100 GW di RI
Prabowo menuturkan tantangan pangan tidak dapat ditangani sendiri oleh masing-masing negara, sehingga membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang lebih kuat di tingkat kawasan.
Dia juga mendorong penguatan pertukaran informasi, diversifikasi pangan, pengembangan teknologi pertanian, serta optimalisasi cadangan pangan regional ASEAN.
Presiden Prabowo Tiba di KTT ASEAN 2026, Naik Maung Garuda
"Ini bukan tantangan yang bisa ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama. Hal ini juga membutuhkan penyederhanaan ASEAN Plus Three Cadangan Beras Darurat. Kita harus memajukan Cadangan Pangan Berbasis Cadangan Lokal kita,” ungkapnya.
Mantan Menteri Pertahanan itu menegaskan ketahanan pangan membutuhkan kepemimpinan dan campur tangan aktif pemerintah.
Diaspora RI di Filipina Antusias Sambut Prabowo: Senang Bisa Bertemu, Sangat Ramah
Pemerintah Indonesia, lanjut Prabowo, berkomitmen mengambil tanggung jawab penuh dalam menjaga kedaulatan pangan nasional demi menjaga kesejahteraan masyarakat dan stabilitas negara.
"Bagi kami, ini adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan Pemerintah Indonesia bertekad untuk memikul tanggung jawab penuh dan kedaulatan penuh atas sektor vital ini. Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada perdamaian,” tutur dia.
Editor: Rizky Agustian