JAKARTA, iNews.id -Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berada di Amerika Serikat selama kurang lebih empat hari mulai dari Kamis (15/10/2020) hingga Senin (19/10/2920). Tujuan Prabowo ke Amerika untuk memenuhi undangan Menhan Amerika Serikat, Mark Esper.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan keduanya akan membahas beberapa kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang pertahanan yang sudah terjalin sejak lama.
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
"Pak Prabowo mulai dari tanggal 15 sampai dengan tanggal 19 Oktober 2020 beraktivitas di Amerika Serikat. Beliau akan bicara tentang kerjasama pertahanan antara Amerika Serikat dan Indonesia melanjutkan berbagai kerja sama yang sudah dilakukan selama ini," tuturnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/10/2020).
Lebih lanjut, Dahnil mengatakan Prabowo tidak hanya bertemu dengan Menhan Mark Esper saja selama berada di Amerika Serikat. Menurutnya Prabowo akan bertemu dengan sejumlah pejabat di pemerintahan Presiden Donald Trump.
Jubir Menhan : Kunjungan Prabowo ke Amerika Perkuat Kerja Sama Pertahanan
"Bertemu dengan banyak pihak terutama terkait dengan pertahanan di Amerika Serikat," ucapnya.
Dahnil juga merespons banyaknya kritik terhadap kunjungan kerja Menhan itu ke Amerika Serikat. Menurutnya, kritik merupakan hal yang biasa diterima Prabowo sedari dulu.
Ini Spesifikasi Jet Tempur F-35, Pesawat Incaran Prabowo saat Kunjungi AS
"Terkait dengan adanya pihak-pihak yang menolak, mengkritisi, saya pikir silakan saja. Pak Prabowo sudah mengalami penolakan dan tuduhan macam macam selama beliau bertugas sebagai abdi negara juga bertugas sebagai politikus," katanya.
Dahnil mengatakan kemenhan tidak mau ambil pusing dan menghormati atas ragam kritikan yang ditujukan kepada Prabowo. Dia menegaskan kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat untuk kepentingan Indonesia juga.
"Kita menghormati hal tersebut, penolakan atau kritikan dan sebagainya. Yang jelas Pak Prabowo di Amerika Serikat memenuhi undangan pemerintah Amerika Serikat, kemudian memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat," ujarnya.
Editor: Rizal Bomantama