Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasto PDIP Singgung Kisah Pilu Siswa SD di NTT: Menggugah Kemanusiaan
Advertisement . Scroll to see content

PKB: Tak Ada yang Terancam oleh Pergerakan PDIP-Gerindra

Kamis, 25 Juli 2019 - 16:36:00 WIB
PKB: Tak Ada yang Terancam oleh Pergerakan PDIP-Gerindra
Acara diskusi di Media Center DPR/MPR, Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (25/7/2019). (Foto: SINDOnews/Abdul Rochim)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pertemuan antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin, memunculkan sejumlah spekulasi. Partai Gerindra yang sebelumnya berlawanan arah politik, dimungkinkan bakal merapat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Kondisi itu berpotensi menjadi ancaman bagi parpol lainnya yang sudah sejak awal berada di dalam KIK. Pasalnya, masuknya Gerindra berpotensi mengurangi jatah kursi parpol koalisi lainnya. Namun, Ketua Fraksi PKB di DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan, tidak ada ancaman sedikit pun dalam koalisi pemerintah akibat pertemuan PDIP-Gerindra kemarin.

“Kalau saya lihat koalisi ini tidak ada sedikit pun yang merasa terancam dengan rekonsiliasi antara pertemuan Gerindra dan PDI Perjuangan, ataupun Gerindra dan Bapak Jokowi. Yang pasti, kami ini di koalisi, komunikasi yang dibangun itu bukan berdasarkan masalah menutup atau tidak mau orang bergabung,” ujar Cucun dalam acara diskusi di Media Center DPR/MPR, Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (25/7/2019).

Dia menuturkan, sejak awal prinsip PKB meyakini bahwa rekonsiliasi merupakan sesuatu yang sangat penting. Bahkan, rekonsiliasi merupakan salah satu contoh yang diajarkan sejak zaman Rarulullah Muhammad SAW. “Saat pemindahan hajar aswad (batu hitam di sisi Kakbah), semua orang memegang di setiap sudut untuk memindahkannya. Semua pada prinsipnya, mari kita mengangkat ini bareng-bareng, menempatkan untuk membangun negara,” kata Cucun.

Cucun hanya mengingatkan, setiap partai politik memiliki pendukung. Dia mencontohkan, Gerindra maupun PKS memiliki pendukung yang berbeda dengan dukungan massa parpol KIK. Karena itu, jika Gerindra atau parpol lain yang sebelumnya mendung Prabowo-Sandi, kemudian tida-tiba masuk ke koalisi pemerintahan, itu bisa menimbulkan sakit hati para pendukungnya. “Itu yang banyak sakit hati ini kan para pengikutnya, itu yang perlu dicatat,” ucapnya.

Dalam menghadapi Pemilu 2019 lalu, para pendukung sudah berjibaku bahkan berkorban untuk mendukung tiap-tiap jagoannya. Bahkan, ada yang sampai harus menghadapi persoalan hukum. “Tiba-tiba ditinggalkan oleh para imamnya, pasti marah mereka. Saya punya keyakinan tidak sebegitu takut, kita misalkan tadi dibilang apakah (pergerakan politik Gerindra) ancaman buat koalisi, ini enggak,” ujarnya.

Dia mengatakan, tidak menjadi persoalan jika semua pihak ikut dalam membangun negara secara bersama-sama. Namun, dalam membangun negara tidak harus semuanya berada di dalam koalisi pemerintah karena fungsi check and balance atau penyeimbang di parlemen juga tidak kalah penting.

”Mengenai PKB, misalkan akan terkurangi jatah (menteri) dan segala macam, kami punya keyakinan selama ini trust yang dibangun di koalisi bareng-bareng. PKB itu selalu menunjukkan bahwa apa yang yang diperbuat, itu pasti akan mendapatkan upah atau pahala yang yang sesuai dengan dengan kinerjanya. Dan itu yang kita yakini selama ini,” kata Cucun.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut