Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hari-Hari Terakhir Dokter Icha, Menangis hingga Depresi Diduga usai Diintimidasi Anggota DPRD
Advertisement . Scroll to see content

PKB bakal Panggil Kader yang Diduga Intimidasi dr Icha, Siapkan Sanksi Disiplin

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:06:00 WIB
PKB bakal Panggil Kader yang Diduga Intimidasi dr Icha, Siapkan Sanksi Disiplin
Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nihayatul Wafiroh, mengecam keras dugaan intimidasi yang dilakukan dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kefamenanu.

Ninik, sapaan akrabnya, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya dr Icha. Dia pun meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan intimidasi tersebut secara profesional, transparan dan berkeadilan.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan aman, tanpa tekanan maupun intimidasi. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," kata Ninik dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/6/2026).

Ninik menegaskan, tindakan intimidatif terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Terlebih, salah satu pihak yang diduga terlibat, Norbertus Tubani, merupakan kader PKB.

"Kami sangat menyayangkan tindakan biadab seperti itu, siapa pun pelakunya. Tidak ada ruang bagi tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan," ujarnya.

Ninik memastikan akan memanggil Tubani untuk diminta klarifikasi. Apabila dugaan tersebut terbukti, tindakan Tubani tidak hanya mencederai etika sebagai pejabat publik, tetapi juga melanggar disiplin partai.

"Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayyun. Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat," katanya.

Sekadar informasi, dr Icha ditemukan ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya, Kupang, NTT, pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 18.00 WITA setelah sempat menjalani perawatan medis karena tekanan psikologis usai diduga diintimidasi dari anggota DPRD TTU saat menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu (13/6/2026).

Insiden tersebut bermula ketika dua anggota DPRD TTU, Norbertus Tubani dari PKB dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar, mendatangi IGD RS Leona terkait penanganan seorang pasien anak korban gigitan ular hijau yang merupakan keponakan Therensius. Pasien tersebut diketahui merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, kedua anggota DPRD itu diduga datang dalam kondisi berbau alkohol dan berbicara dengan nada tinggi kepada dr Icha yang saat itu sedang menjalankan tugas medis.

Peristiwa tersebut diduga meninggalkan trauma mendalam bagi dr Icha.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut