Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Negosiasi Damai Buntu, Israel Bersiap Gempur Iran Lagi
Advertisement . Scroll to see content

Perundingan AS-Iran Gagal, Ma’ruf Amin: Kita Harus Siap Hadapi Dampak Apa Pun

Minggu, 12 April 2026 - 23:50:00 WIB
Perundingan AS-Iran Gagal, Ma’ruf Amin: Kita Harus Siap Hadapi Dampak Apa Pun
Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin meminta Indonesia siap menghadapi dampak apa pun usai perundingan AS-Iran gagal. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin merespons gagalnya perundingan damai yang dilakukan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia mengatakan, Indonesia harus siap menghadapi dampak apa pun imbas gagalnya perundingan tersebut.

Ma’ruf Amin menilai, gagalnya perundingan karena adanya kepentingan dari Amerika Serikat dan Iran.

“Kalau tidak ada kepentingan, kepentingannya kebaikan seluruh, pasti tidak akan terjadi kegagalan itu. Tapi kalau terjadi gagal berarti kan ada kepentingan terselubung, tidak sungguh-sungguh untuk mencari solusi, damai,” kata Ma’ruf Amin kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan, konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh negara, khususnya Indonesia.

“Nah sebenarnya kalau mereka melihat bahwa dampak ini yang harus dihilangkan, mau mengurangi kepentingannya, sebenarnya mestinya tidak ada masalah ya. Tapi ketika itu tidak terjadi berarti itu kan memang tidak sungguh-sungguh,” ujar dia.

Oleh karena itu, ia menegaskan, Indonesia harus bersiap terkena dampak apa pun yang terjadi dari perang kedua negara tersebut.

“Iya, Indonesia pasti semua kena dampaknya. Tapi kita mau tidak mau kan harus siap menghadapi dampak apa pun yang terjadi,” jelas dia

Sebelumnya, perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026), gagal mencapai hasil positif karena kedua pihak tidak sepaham dalam dua isu. Padahal AS dan Iran telah sepakat pada isu-isu lainnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menyebut dua atau tiga isu yang tidak disepakati kedua pihak.

"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," kata Baghaei, seperti dikutip oleh kantor berita Mehr, Minggu (12/4/2026).

Dia tak memerinci dua isu tersebut, namun menjelaskan perundingan berfokus pada Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.

Menurut Baghaei, keberhasilan perundingan bergantung pada keseriusan niat AS, penolakan terhadap maksimalisme, serta pengakuan terhadap hak-hak Iran.

Dia menambahkan perundingan AS-Iran digelar dalam suasana ketidakpercayaan. Menurut Baghaei, tidak ada satu pihak pun yang yakin kesepakatan tercapai dalam semalam. 

Perundingan AS-Iran berlangsung selama 21 jam. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran oleh ketua parlemen Mohammed Bagher Ghalibaf. 

"Pembicaraan ini diadakan dalam suasana ketidakpercayaan dan kecurigaan. Tentu saja, sejak awal, kita seharusnya tidak mengharapkan kesepakatan tercapai dalam semalam. Tidak ada yang punya harapan seperti itu," kata Baghaei.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut