Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga BBM Pertamina 10 Februari 2026 Ada yang Turun, Ini Rinciannya!
Advertisement . Scroll to see content

Pertamina bakal Impor 1,4 Juta Kiloliter BBM untuk Penuhi Stok Libur Nataru

Rabu, 26 November 2025 - 18:12:00 WIB
Pertamina bakal Impor 1,4 Juta Kiloliter BBM untuk Penuhi Stok Libur Nataru
Pertamina akan melakukan impor BBM baru sebanyak 1,4 juta kiloliter untuk memperkuat ketersediaan stok pada periode Nataru. (Foto: Dok. Pertamina)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) akan melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) baru sebanyak 1,4 juta kiloliter (kl). Hal ini dalam rangka memperkuat ketersediaan stok untuk memenuhi permintaan yang cenderung melonjak pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth menuturkan, sekitar 40 persen dari kuota impor 1,4 juta kl ini akan didatangkan dari Amerika Serikat (AS). Sementara sisanya didapatkan dari pemasok yang berada di lokasi lain.

"Kita pasar impor kita kan berdasarkan kebijakan dengan pemerintah sudah ada untuk menyerap yang dari AS, di luar itu juga, kalau AS kan setara 40 persen seperti kebijakan pemerintah. Selebihnya itu juga dilakukan dengan supplier-supplier penyedia yang ada di lokasi lain," ucap Roberth dalam konferensi pers kesiapan Nataru di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Dia memastikan, proses impor akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan setelah melalui mekanisme pengadaan yang berlaku. Seluruh BBM impor wajib memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Migas.

"Pemenuhan impor dilakukan oleh Pertamina sesuai spek Dirjen Migas dan melalui prosedur pengadaan di Pertamina," tuturnya.

Pertamina memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan Pertalite selama periode libur akhir tahun. Perusahaan telah menyiapkan pasokan sesuai proyeksi permintaan.

"Ketersediaan Pertalite untuk masa Nataru tidak perlu dikhawatirkan. Kita sudah menyiapkan stok sesuai kebutuhan," ucap Roberth.

Roberth menegaskan, hingga saat ini konsumsi Pertalite secara nasional masih berada di bawah kuota, atau under-kuota sekitar 1-5 persen. Dengan demikian, tidak ada indikasi kekurangan pasokan maupun risiko over-kuota hingga akhir tahun.

Meski begitu, impor BBM tetap diperlukan untuk menjaga kecukupan pasokan nasional, mengingat konsumsi dalam negeri masih lebih besar dibanding kapasitas produksi nasional.

"Konsumsi BBM di Indonesia dan kapasitas produksi belum berada pada garis yang seimbang, sehingga impor memang harus dilakukan untuk pemenuhannya," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut