Peristiwa 23 Oktober: Berdirinya Kota Pontianak hingga Meninggalnya Marco Simoncelli di Sirkuit Sepang
JAKARTA, iNews.id - Sejumlah peristiwa bersejarah mewarnai tanggal 23 Oktober yang jatuh pada hari ini, Sabtu (23/10/2021). Yang pertama yaitu berdirinya Kota Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Lalu ada penggunaan telegraf sebagai sarana telekomunikasi pertama Hindia Belanda di Batavia. Peristiwa 23 Oktober lainnya yaitu meninggalnya pebalap MotoGP, Marco Simoncelli di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Berikut ulasannya:
Kota Pontianak didirikan oleh Sultan Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie pada 23 Oktober 1771. Konon ada kisah mistis di balik berdirinya daerah berjuluk Kota Khatulistiwa tersebut.
5 Peristiwa Luar Biasa Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Ditandai Hancurnya Pasukan Gajah
Dikisahkan Syarif Abdurrahman Alkadrie sering diganggu hantu kuntilanak saat menyusuri Sungai Kapuas. Dia pun kerap melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu-hantu itu.
Syarif Abdurrahman Alkadrie pun menandakan wilayah kesultanannya berdiri dengan melihat lokasi jatuhnya peluru meriamnya. Dia pun membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Besar, dan Sungai Kapuas Kecil yang menjadi cikal bakal Kota Pontianak.
Lambang Kota Pontianak juga menggambarkan adanya persimpangan sungai.
Belanda membuka layanan telekomunikasi pertama di Indonesia tepatnya Batavia (Jakarta) pada 23 Oktober 1856. Layanan telekomunikasi yang dibuka yakni telegraf.
Saluran telegraf pertama di Batavia ini menghubungkan Batavia dan Buitenzorg (Bogor). Masyarakat bisa menikmati layanan ini di 28 kantor telegraf.
Selanjutnya layanan ini berkembang hingga Singapura melalui jalur bawah laut. Layanan diperluas hingga Banyuwangi, Jawa Timur dan diperpanjang hingga Darwin, Australia.

Pecinta balap motor terutama MotoGP tentu tak akan lupa dengan tragedi di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada 23 Oktober 2011. Dalam Grand Prix Malaysia 2011 itu, pebalap kenamaan asal Italia, Marco Simoncelli meninggal dunia usai terlibat dalam tabrakan.
Tragedi itu terjadi saat balapan baru memasuki lap kedua. Bersaing ketat dengan Alvaro Bautista, Simoncelli terjatuh di tikungan ke-11.
Ketatnya balapan membuat Collin Edwards dan Valentino Rossi ikut terjatuh dalam insiden itu. Nahas, motor Collin Edwards menabrak bagian belakang tubuh Simoncelli yang jatuh dalam posisi masih di atas motor.
Simoncelli terlihat terkapar tak berdaya di atas panasnya Sirkuit Sepang dan bendera merah tanda balapan dihentikan pun dikibarkan. Setelah sempat dirawat selama 45 menit, Simoncelli dinyatakan meninggal akibat trauma serius di kepala, leher, dan dada pada pukul 16.56 waktu Malaysia.
Setelah tragedi itu, penghormatan kepada mendiang Marco Simoncelli dilakukan pada lomba Formula Satu Grand Prix India 2011 pada 30 Oktober 2011. Sirkuit Misano di San Marino pun diganti namanya menjadi Misano World Circuit Marco Simoncelli untuk mengenang mendiang.
Editor: Rizal Bomantama