Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dubes Iran: Perpecahan Sunni-Syiah Dikondisikan Zionis, Supaya Muslim Tercerai-berai
Advertisement . Scroll to see content

Perang AS-Iran Diprediksi Selesai 30 April 2026, Ini Penjelasan Pengamat

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:06:00 WIB
Perang AS-Iran Diprediksi Selesai 30 April 2026, Ini Penjelasan Pengamat
Pengamat hubungan internasional Suzie Sudarman (foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengamat hubungan internasional Suzie Sudarman memprediksi perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran selesai pada akhir April 2026 ini. Menurutnya, Kongres AS membatasi Presiden AS Donald Trump maksimal berperang 60 hari.

"Trump sudah pasti harus mundur ya dari situ (perang), karena sudah tidak memungkinkanlah dia menggelontorkan uang Amerika. Harus berhenti (perang), dalam 60 hari mungkin ya. Kalau tidak, dia akan dimarahin kongres gitu ya," kata Suzie dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?' di iNews, Selasa (31/3/2026).

"Karena kongres tidak akan mengizinkan lebih dari itu," imbuhnya.

Dia menjelaskan, perang darat dengan Iran akan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Sementara penggelontoran uang dari pemerintah AS membutuhkan persetujuan kongres.

Oleh karena itu, Suzie menilai perang AS-Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 ini bisa selesai pada 30 April 2026.

"Akhir April, iya (maksimal akhir April)," ujar Suzie.

Sementara itu, Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai, perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran belum terlalu berdampak besar bagi Indonesia. Dia mencontohkan, masyarakat tak perlu sampai panik dan ramai-ramai mengantre BBM di SPBU. Hal itu disampaikan menanggapi kekhawatiran pasokan minyak untuk Indonesia terganggu akibat perang Iran.

"Sekarang ini alhamdulillah harga tidak naik. Sebetulnya nggak perlu antre-antre juga kalau sekarang itu, suplainya masih oke," kata Fuad dalam acara yang sama.

Fuad mencontohkan, sudah ada indikasi kapal tanker Indonesia yang sempat tertahan bisa melewati Selat Hormuz lagi. Indonesia pun bakal kembali mendapatkan suplai minyak.

Dia menilai, kekhawatiran krisis yang ada sekarang masih hipotesis atau teori. Dia beranggapan Indonesia masih jauh dari krisis.

"Itu kan kalau, sekarang kan belum kejadian, itu kan masih hipotesis. Sampai sekarang ini belum kejadian. Saya belum begitu khawatir karena ini asumsinya, perang juga akan berakhir," ujar Fuad.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut