Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menag Pakai Jet Pribadi ke Sulsel, KPK Minta Melapor ke Direktorat Gratifikasi
Advertisement . Scroll to see content

Penjelasan Kemenag soal Menag Nasaruddin Umar Naik Jet Pribadi ke Sulsel

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:21:00 WIB
Penjelasan Kemenag soal Menag Nasaruddin Umar Naik Jet Pribadi ke Sulsel
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: Dok. Kemenag)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) buka suara terkait kabar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menggunakan fasilitas jet pribadi saat melakukan perjalanan ke Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026). Kehadiran Nasaruddin ke Takalar untuk meresmikan Gedung Balai Sarkiah.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar menjelaskan, kehadiran Nasaruddin atas undangan dari Oesman Sapta Odang (OSO) yang juga memfasilitasi jet pribadi guna efisiensi waktu.

"Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat," ucap Thobib dalam keterangannya dikutip dari laman Kemenag, Kamis (19/2/2026).

"Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara," tuturnya.

Thobib menerangkan, Gedung Balai Sarkiah yang berlokasi di Kelurahan Sabintang diproyeksikan menjadi episentrum baru bagi kegiatan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan. Gedung tersebut menjadi pusat pemberdayaan umat.

Adapun, Menag Nasaruddin Umar tetap bekerja melayani umat, meski di hari libur. Dalam sambutannya, Nasaruddin mengapresiasi keluarga OSO dalam pemberdayaan umat. Kehadiran gedung ini diharapkan dapat berkontribusi dalam edukasi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi umat.

"Menag menyampaikan bahwa pemerintah sangat menghargai peran tokoh masyarakat yang secara mandiri membangun infrastruktur keagamaan. Balai Sarkiah ini bukan sekadar gedung, tapi simbol kolaborasi untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat," ucapnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto berharap Menag Nasaruddin Umar merespons dan melapor ke KPK terkait dugaan gratifikasi tanpa perlu dipanggil. 

"Syukur-syukur kalau kemudian sudah merespons, bisa mempertanggungjawabkan tanpa harus diundang, tanpa harus dipanggil," kata Setyo kepada wartawan, dikutip Kamis (19/2/2026). 

Setyo menambahkan, Menag bisa mendatangi Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK. Di situ terdapat Direktorat Gratifikasi yang bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan apa yang sedang menjadi perbincangan saat ini.

"Nanti bisa kami analisa, bisa kami telaah," ujar Setyo. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut