PDIP Sebut Jokowi Sudah Jalankan Poin Pakta Integritas Ijtima Ulama II
JAKARTA, iNews.id – Koalisi partai politik (parpol) pendukung Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin menanggapi santai soal dukungan ijtima ulama II kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut, ijtima ulama merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang harus dihormati di era demokrasi.
“Sikap TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi percaya bahwa kebebasan berpendapat, berkumpul kami hormati. Yang ingin kami tegaskan, Jokowi sejak awal melakukan apa yang tertuang pada pakta integritas yang dihasilkan ijtima ulama,” kata Hasto di Jakarta, Senin (17/9/2018).
Menurut dia, 17 poin pakta integritas yang disodorkan ijtima ulama II kepada Prabowo sudah dijalankan selama pemerintahan Joko Widodo. Salah satunya, Jokowi mengesahkan Hari Santri tiap tanggal 22 Oktober.
“Menjalankan program keumatan dengan sangat baik, sehingga kesatupaduan Jokowi-Ma’ruf mencerminkan ke Indonesiaan kita. Tidak dalam tataran janji, tapi kerja konkret berdasarkan tokoh-tokoh agama. Penetapan Hari Santri satu nafas dengan Hari Pahlawan 10 November. Patriotisme yang menyala-nyala,” ujar Hasto.
Koalisi Indonesia Kerja juga meyakini elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di lingkungan masyarakat muslim tidak turun setelah ijtima ulama II menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga.
“Berdasarkan survei yang dilakukan, dukungan umat muslim ke Pak Jokowi jauh lebih besar, elektabilitas Ma’ruf Amin lebih tinggi ketimbang Sandiaga Uno. Karena tokoh keulamaannya, baik di NU maupun MUI,” tutur Hasto.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto